Tampil di Talkshow tvOne, Dani Ramdan Ungkap Upaya Bangun Infrastruktur di Kabupaten Bekasi

DAILYBEKASI.COM, CIKARANG PUSAT РKabupaten Bekasi memiliki ruas jalan lebih panjang dari daerah lain. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pembangunan infrastruktur karena memerlukan biaya yang lebih besar.

“Saya sebagai Penjabat Bupati Bekasi, masuk Bulan Mei 2022. Disambut dengan penanaman pohon pisang di jalan-jalan. Karena sejak pandemi Covid-19 banyak jalan yang tidak terpelihara,” kata Dani Ramdan saat tampil di acara talkshow tvOne, sekaligus menerima penghargaan sebagai kepala daerah paling berkomitmen dalam pengembangan infrastruktur perhubungan dan aksesibilitas di ajang Inovasi Membangun Negeri 2023, pada Minggu (03/12/2023) malam.

Dani Ramdan mengungkapkan, panjang jalan di Kabupaten Bekasi 1.071 kilometer, lebih panjang dari kota kabupaten lain yang panjang jalannya antara 500-800 kilometer.

“Dari keseluruhan panjang jalan di Kabupaten Bekasi, jalan provinsinya hanya 32 kilometer dan jalan nasional 34 kilometer. Sehingga beban APBD-nya memang berat,” ungkapnya.

Untuk menyelesaikan pembangunan infrastuktur jalan yang cukup berat tersebut, Pj Bupati Bekasi melakukan berbagai upaya. Selain memfokuskan anggaran infrastruktur dari APBD, dirinya juga melakukan pendekatan ke pengelola kawasan industri dan anggota legislatif dapil Kabupaten Bekasi baik provinsi maupun pusat.

“Saya door to door mengajak pengelola kawasan industri dan mengumpulkan anggota DPRD Provinsi dan DPR pusat agar mendapat bantuan sumber dana untuk pembangunan jalan,” ujarnya.

Dani menuturkan, dengan berbagai upaya yang dilakukan, baik dari APBD, bantuan provinsi dan pusat serta CSR perusahaan, cukup banyak pembangunan infrastruktur jalan yang bisa dikerjakan, meskipun belum semuanya bisa dilaksanakan.

“Untuk tahun 2023 ini, APBD kita fokuskan untuk pembangunan jalan, kita sudah perbaiki jalan sepanjang 170 kilometer termasuk PJU dan jembatan,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk memperbaiki infrastruktur di Kabupaten Bekasi dilakukan pembagian tugas agar semuanya tidak hanya mengandalkan APBD. Untuk jalan kabupaten dibangun dari APBD kabupaten, untuk jalan-jalan di kawasan industri menjadi tanggung jawab manajemen kawasan, dan jalan-jalan desa dari pemerintah desa.

“Sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara tentunya sumbangan Kabupaten Bekasi sangat besar untuk APBN. Jadi wajar kalau APBN membantu, karena jalan-jalan kabupaten kami juga dilewati oleh truk-truk besar dari pabrik-pabrik yang bebannya sangat berat, sehingga membuat jalan cepat rusak,” tandasnya.

Dani Ramdan menyampaikan, untuk tahun 2024, anggaran pembangunan infrastruktur Kabupaten Bekasi akan dinaikkan dua kali lipat dengan mengefisiensikan anggaran yang tidak terlalu signifikan.

“Kemudian pola pengadaannya juga kita ubah dengan e-katalog sehingga kualitasnya lebih bagus dan proses tendernya lebih cepat,” ujarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *