Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Kunjungi SDN Jatimulya 09 Terkait Bullying

DAILYBEKASI.COM, TAMBUN SELATAN – DPRD Kabupaten Bekasi melakukan klarifikasi ke SDN Jatimulya 09 Kecamatan Tambun Selatan terkait kasus dugaan bullying, Rabu (01/11/2023).

Klarifikasi dilakukan langsung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi M. Nuh, dia datang untuk meminta penjelasan secara langsung ke pihak sekolah.

“Ada dugaan perundungan kalau bahasa sekarang bullying di SDN 09 Jatimulya, terus terang saya baru tahu tapi ya kemudian saya coba secepatnya klarifikasi bertanya kepada pihak sekolah,” kata M. Nuh.

Dalam kesempatan ini, pihak terkait seperti Dinas Pendidikan (Disdik) serta Kementerian Pendidikan Kebudayaan turut hadir meminta klarifikasi

Menurut Nuh, kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian dan akan terus dipantau. Dia berharap, semua pihak dapat saling melindungi hak anak.

Sebab, baik korban dan terduga pelaku sama-sama anak yang harus dilindungi dan dipenuhi hak pendidikannya

“Karena kasian sekolah ini juga masih banyak anak-anak yang perlu dibimbing dan dibina jangan sampai anak-anak secara mental jadi terganggu,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, FAA didiagnosa kanker tulang dan terpaksa menjalani operasi amputasi pada kaki kirinya di RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Penyakit yang diderita bocah berusia 12 tahun itu menurut sang ibu, diduga tindakan bullying yang dilakukan teman sebayanya.

Peristiwa terjadi pada Februari 2023 lalu, FAA tiba-tiba mengeluh sakit pada bagian kakinya dan tidak ingin bersekolah.

FAA awalnya enggan menceritakan penyebab kakinya sakit, Diana sang ibu lalu berusaha membujuknya sampai putranya mau mengaku.

Bocah kelas 12 ini akhirnya mau mengaku, rasa sakit di kakinya muncul setelah diselengkat teman sekelas saat hendak jajan di kantin sekolah

Dia bersama kelima temannya jajan ke kantin, satu diantaranya lalu menendang kaki FAA hingga terjatuh.

Bukannya ditolong, FAA justru diolok-olok lalu ditinggalkan begitu saja oleh teman-temannya. Sambil menahan sakit, ia merangkak mencari es batu untuk meredakan nyeri.

Ia lalu kembali ke kelas, sesampainya di sana teman-temannya justru kembali meledek dengan memeragakan momen dia terjatuh.

Tiga hari setelah kejadian tersebut, kondisi kesehatan FAA kian menurun. Diana lantas membawanya ke klinik terdekat.

Setelah melalui berbagai pemeriksaan medis, pada Agustus 2023 anaknya didiagnosa kanker tulang dan harus diamputasi.

Saat ini, FAA masih menjalani perawatan di RS Kanker Dharmais Jakarta. Kasus dugaan perundangan ini juga sudah dilaporkan ke pihak berwajib. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *