Polres Metro Bekasi Kota Petakan Daerah Rawan Kriminal, Jatiasih hingga Bekasi Utara Masuk Zona Perhatian
DAILYBEKASI.COM, KOTA BEKASI — Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota memetakan wilayah dengan tingkat kerawanan kriminalitas tertinggi di Kota Bekasi. Hasil pemetaan menunjukkan tiga kecamatan, yakni Jatiasih, Rawalumbu, dan Bekasi Utara, masuk dalam kategori wilayah yang membutuhkan perhatian dan pengamanan lebih intensif.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan penetapan tersebut didasarkan pada hasil pengungkapan sejumlah kasus tindak pidana konvensional yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Berdasarkan pengungkapan yang kami lakukan, ini ada tiga daerah yang memang perlu mendapatkan perhatian ekstra, yaitu di Jatiasih, Rawalumbu, dan juga di Bekasi Utara,” ujar Kusumo, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, tingginya angka pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi indikator utama dalam pemetaan kerawanan tersebut.
Pelaku kejahatan, lanjut Kusumo, umumnya menyasar kawasan permukiman dan klaster perumahan, terutama rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya serta kendaraan yang tidak dilengkapi sistem pengamanan memadai.
“Karena di situ pengungkapan kita kaitan dengan curanmor, kemudian juga rumah kosong, itu cukup banyak,” jelasnya.
Untuk menekan angka kriminalitas di wilayah tersebut, Polres Metro Bekasi Kota mengoptimalkan berbagai langkah penanganan melalui strategi pre-emptif, preventif, dan represif. Strategi tersebut dilakukan secara terpadu, mulai dari upaya pencegahan, peningkatan patroli, hingga penindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan.
Selain mengintensifkan langkah kepolisian, Kusumo juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan kembali menghidupkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
Ia juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, termasuk menggunakan kunci ganda pada kendaraan serta saling mengawasi lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi tindak kriminal.
“Keterlibatan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Upaya menjaga keamanan tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian,” pungkasnya.
