Hadapi Dampak El Nino, PMI Kabupaten Bekasi Bangun Instalasi Air Bersih Darurat
DAILYBEKASI.COM, SERANG BARU — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi membangun instalasi air bersih dan air minum darurat di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kemarau dan El Nino.
Instalasi tersebut ditargetkan segera beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 100.000 liter air per hari. Kapasitasnya bahkan dapat ditingkatkan hingga sekitar 150.000 liter per hari dengan pengaturan waktu produksi dan kapasitas penampungan.
Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih, mengatakan pembangunan instalasi tersebut merupakan bagian dari penguatan pelayanan kemanusiaan PMI, khususnya dalam menghadapi potensi dampak kekeringan.
“Dalam ulang tahun PMI yang ke-81 ini, kita dalam keadaan siaga bencana El Niño. Jadi kita lebih titik berat memberikan peningkatan pelayanan, distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak,” ujar Ahmad saat ditemui di kantornya, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, instalasi yang dibangun PMI tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan air bersih. Fasilitas tersebut juga dilengkapi sistem pengolahan dan sanitasi sehingga air dapat dimanfaatkan sebagai air minum setelah melalui proses pengolahan secara higienis.
“PMI sekarang ini sedang mendirikan instalasi air bersih darurat. Kita fokus membantu masyarakat memberikan pelayanan di bidang air bersih dan juga langsung air minum,” katanya.
Ahmad menjelaskan, sumber air yang digunakan berasal dari kawasan bekas galian pasir di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, yang lokasinya jauh dari permukiman warga.
Sumber air tersebut telah menjalani pengujian laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan air memenuhi persyaratan, termasuk tidak ditemukan bakteri E. coli.
“Airnya bagus, sudah diuji lab, bakteri E. coli-nya juga bersih, tidak ada. Tinggal kita proses untuk persiapan air bersih maupun air minumnya,” jelasnya.
Keberadaan sumber air dengan debit yang masih cukup besar meski memasuki musim kemarau menjadi salah satu pertimbangan PMI membangun instalasi tersebut.
Fasilitas darurat itu direncanakan beroperasi selama sekitar satu bulan. Selain mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, keberadaannya diharapkan dapat membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menangani dampak kekeringan.
Dari sisi produksi, PMI menyiapkan kapasitas hingga 100.000 liter air per hari. Jumlah tersebut masih dapat ditingkatkan hingga sekitar 150.000 liter per hari apabila diperlukan.
“Kapasitas kita bisa sampai per hari 100.000 liter. Kalau mau memenuhi 150.000 liter juga bisa, hanya produksinya perlu kita istirahatkan,” ungkap Ahmad.
Pelayanan air bersih tersebut akan diprioritaskan bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Serang Baru, Cikarang Selatan, Cibarusah, dan Bojongmangu.
Untuk mendukung pelayanan dan distribusi, PMI Kabupaten Bekasi juga menyiapkan empat armada.
Masyarakat nantinya dapat mengambil air secara langsung di lokasi instalasi menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan pengangkut air. Namun, PMI menegaskan air yang diberikan diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat dan tidak boleh diperjualbelikan.
“Kita berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, masyarakat bisa mengambil langsung ke situ, baik menggunakan mobil kecil maupun motor. Dengan catatan air tersebut untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan,” tegasnya.




Post Comment