Kecamatan Sukawangi Dorong Pengembangan Mesin Tetas Telur

DAILYBEKASI.COM, SUKARINGIN – Pemerintah Kecamatan Sukawangi terus berupaya memajukan perekenomian desa melalui optimalisasi penggunaan teknologi menggali potensi di daerahnya. Di antara potensi yang akan dikembangkan yaitu sektor peternakan.

Camat Sukawangi Parno Martono mengatakan, hadirnya Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) di Desa Sukaringin terbukti mampu menghadirkan terobosan atau inovasi baru. Inovasi tersebut yaitu mesin tetas telur yang merupakan hasil kreativitas warganya di sektor peternakan.

“Kemarin Alhamdulillah Kecamatan Sukawangi mewakili Kabupaten Bekasi mengikuti lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) di tingkat provinsi dengan membawa produk unggulan yakni mesin tetas telur. Suatu teknologi yang kita buat secara manual dan dapat memproses 100 butir telur setiap mesinnya untuk di tetaskan (tanpa ayam indukannya),” jelas Parno ditemui di kantornya, Rabu (10/05/2023).

Parno menyampaikan, pihaknya dengan para Kepala Desa di wilayah Sukawangi terus mendampingi Posyantek Desa guna mendorong kreatifitas serta inovasi baru. Terutama dalam pemanfaatan potensi sumber daya yang ada sebagai nilai tambah baik peningkatan produktifitas maupun perekonomian yang menunjang kemajuan desa.

“Kedepannya, kita berharap agar mesin tetas telur ini bisa diproduksi secara massal agar masyarakat khususnya Kecamatan Sukawangi dapat memanfaatkan mesin ini untuk sumber penghasilan juga produk karya Sukawangi ini bisa dikenal lebih luas di Kabupaten Bekasi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua posyantek antar desa tingkat Kecamatan Sukawangi, Yahya menyampaikan, pencapaian Posyantek ini patut diapresiasi dan perlu ditingkatkan kedepannya. Sebagai wadah yang memfasilitasi masyarakat, peran Posyantek butuh sinergitas serta dukungan dari semua pihak untuk meningkatkan kemajuan dan kemandirian masyarakat di desa.

“Kalau melihat wilayah Sukawangi ini kan sebagian besar daerah persawahan, kami dari Posyantek antar desa sudah coba berkomunikasi dengan pihak kecamatan agar dalam waktu dekat bisa diadakan kegiatan pelatihan atau seminar untuk menggali ide atau teknologi apa yang dapat dimanfaatkan di sektor pertanian ini,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *