Dua Bulan Dikerjakan, Jembatan Gantung di Kampung Cilodong Kini Buka Akses Warga
DAILYBEKASI.COM, CIBARUSAH — Pembangunan jembatan gantung sepanjang 80 meter di Kampung Cilodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, diharapkan dapat mempermudah akses dan mobilitas masyarakat, terutama warga yang selama ini terkendala aliran air dan banjir.
Jembatan tersebut dibangun melalui kolaborasi prajurit TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat. Proses pembangunan berlangsung hampir dua bulan dan menjadi salah satu jembatan gantung terpanjang yang dibangun di wilayah Kabupaten Bekasi.
Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja mengatakan, pembangunan infrastruktur harus diarahkan pada kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Yang paling penting pembangunan ini bisa memberikan manfaat dan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas,” ujar Asep saat meninjau lokasi, Senin (10/8/2026).
Menurut Asep, keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Dengan adanya pembangunan ini, kita berharap akses masyarakat semakin mudah dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” katanya.
Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Michael Ronald Simbolon menjelaskan, jembatan sepanjang 80 meter tersebut dibangun dengan melibatkan prajurit TNI AD dan masyarakat sekitar.
“Jembatan ini panjangnya 80 meter dan menjadi salah satu yang terpanjang di Kabupaten Bekasi. Proses pengerjaannya hampir dua bulan dengan melibatkan prajurit TNI Angkatan Darat bersama masyarakat,” ujar Michael.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus melewati aliran air yang kerap mengalami peningkatan debit ketika hujan. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas masyarakat, termasuk saat membawa hasil pertanian.
“Selama ini masyarakat mengeluhkan akses karena harus melewati aliran air dan kadang banjir, termasuk ketika membawa hasil pertanian. Jadi kita memberikan bantuan melalui program ini,” katanya.
Tak hanya membangun jembatan, pembangunan di lokasi tersebut juga menemukan sumber air yang berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Michael mengatakan, keberadaan sumber air tersebut menjadi manfaat tambahan bagi warga, mengingat wilayah Cibarusah dikenal sebagai kawasan persawahan yang menghadapi persoalan ketersediaan air ketika musim kemarau.
“Alhamdulillah di titik pembangunan ini kita menemukan titik air. Karena daerah Cibarusah identik dengan persawahan dan ketika kemarau air cukup sulit, air ini kita manfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung pemanfaatan sumber air tersebut, turut dibangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi masyarakat sekitar.
“Kita juga membangun MCK. Mungkin ini menjadi perhatian karena air yang ditemukan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.
Michael menambahkan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan sejumlah jenis jembatan di Kabupaten Bekasi. Program tersebut mencakup jembatan gantung, jembatan beton, dan jembatan Aramco.
“Untuk di Kabupaten Bekasi ada tiga jenis jembatan, yaitu jembatan gantung, jembatan beton, dan jembatan Aramco. Yang sudah terbangun masing-masing enam unit jembatan gantung, enam unit jembatan beton, dan delapan unit jembatan Aramco,” tuturnya.
Dengan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan, jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi warga, khususnya mobilitas hasil pertanian.
“Proses pengerjaannya kita lakukan bersama masyarakat, karena masyarakat yang selama ini merasakan langsung kesulitan akses di lokasi ini,” pungkasnya.
