Dani Ramdan Ingin Program Makan Siang untuk Lansia Dhuafa Berjalan di Semua Desa

DAILYBEKASI.COM, BOJONGMANGU – Bayangkan ketika ada orang tua lansia dari keluarga miskin yang sudah tidak mampu lagi mencari nafkah. Sementara anak cucunya yang juga dhuafa, tidak mampu mencukupi kebutuhan makannya. Lansia itu akhirnya hanya hidup dari belas kasih para tetangganya.

Melihat realita seperti itu, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi untuk membuat program memberi makan siang lansia dhuafa, setiap hari sampai akhir hayatnya.

Maka Baznas pun meluncurkan program Bekasi Permata (Pemberian Rantang Makan Siang untuk Dhuafa Renta) yang sudah dilaksanakan di dua desa di Kabupaten Bekasi. Desa Jayasakti Kecamatan Muaragembong dan Desa Karang Indah Kecamatan Bojongmangu.

“Mudah-mudahan ini jadi pertanda, kita akan merambat ke desa-desa lainnya, dan akhirnya semua desa di Kabupaten Bekasi bisa kita sentuh dengan program Bekasi Permata ini,” kata Dani Ramdan, saat launching kedua Bekasi Permata di Desa Karang Indah Kecamatan Bojongmangu, pada Sabtu (04/03/2023).

Pj Bupati Bekasi mengatakan, melihat banyaknya masyarakat yang harus disentuh dengan program Bekasi Permata, maka tidak mungkin hanya mengandalkan anggaran Baznas yang sebagian besar dananya berasal dari zakat para PNS.

Dani Ramdan pun memfasilitasi Baznas masuk ke berbagai perusahaan di kawasan industri untuk mengajak para karyawan berinfaq membantu program makan siang dhuafa lansia ini. Dan hasilnya, sudah 6 perusahaan yang bergabung mendukung program Bekasi Permata.

“Atas inisiasi Pak Pj Bupati, kami bergerak bersosialisasi ke berbagai perusahaan, keluar masuk kawasan Industri hampir setiap hari. Alhamdulillah sampai hari ini sudah 6 perusahaan yang sudah menyatakan siap berkontribusi untuk program Permata ini, melalui infaq karyawan Rp 10 ribu per bulan,” kata Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Samsul Bahri.

Pihaknya sangat optimis, program Bekasi Permata bisa terus merambat dari desa ke desa, karena banyaknya perusahan industri di Kabupaten Bekasi merupakan potensi yang sangat besar.

Samsul Bahri menuturkan, sampai hari ini tercatat sudah ada 56 warga lansia dhuafa (mustahik) yang bisa dibantu melalui program Bekasi Permata.

“Ada 30 orang di Desa Jayasakti Muaragembong dan 26 orang di Desa Karang Indah dan Karangmulya Bojongmangu. Semoga Allah SWT memberikan jalan kebaikan dan kemudahan agar lebih banyak lagi lansia dhuafa yang bisa disentuh dengan program ini,” ucapnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *