Tumpukan Tanah Galian Persempit Jalan KH Muchtar Thabrani, Warga Minta Pemkot Turun Tangan
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Proyek pembangunan saluran air atau drainase di Jalan KH Muchtar Thabrani, RW 01, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, dikeluhkan warga karena tumpukan tanah bekas galian belum segera diangkut.
Material sisa galian yang berada di sisi jalan membuat badan jalan menyempit. Kondisi tersebut dinilai memperparah kepadatan lalu lintas, terutama pada pagi dan sore hari ketika volume kendaraan meningkat.
Warga sekitar, Rohmat, mengatakan proses pengangkutan tanah bekas galian berjalan lambat. Padahal, Jalan KH Muchtar Thabrani merupakan salah satu akses yang cukup padat dilalui kendaraan setiap hari.
“Seharusnya pihak yang mengerjakan bisa membaca situasi jalan. Kalau jalannya sepi, mungkin tidak masalah diangkut lama. Tapi jalan ini padat setiap hari. Kalau tidak cepat diangkut, lalu lintas pasti tersendat,” kata Rohmat.
Menurut Rohmat, aktivitas pengangkutan tanah dan material galian yang dilakukan pada pagi, siang, maupun sore hari turut memperburuk kondisi lalu lintas. Kendaraan pengangkut yang keluar-masuk area proyek membuat ruang gerak pengguna jalan semakin terbatas.
Ia menyarankan agar proses pengangkutan tanah dan material dilakukan pada malam hari ketika volume kendaraan relatif lebih rendah.
“Kalau bisa pengangkutan tanah dan material dilakukan malam hari saat lalu lintas lebih renggang. Dengan begitu tidak menimbulkan kemacetan panjang,” ujarnya.
Selain persoalan kemacetan, warga meminta Pemerintah Kota Bekasi melakukan monitoring secara langsung terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Menurut warga, pengawasan diperlukan agar pekerjaan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pencapaian progres fisik, tetapi juga memperhatikan keselamatan serta kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
“Kita ingin pihak terkait dari pemerintah turun langsung melakukan monitoring. Supaya bisa menegur pihak kontraktor agar bekerja secara profesional dan tidak menjadi penyebab kemacetan,” tandas Rohmat.
Warga berharap pengelola proyek segera menata dan mengangkut material bekas galian sehingga badan jalan dapat kembali digunakan secara optimal dan aktivitas pembangunan tidak semakin mengganggu mobilitas masyarakat.
