Minggu, Juni 7, 2026
BisnisEkonomiKabupaten BekasiPemerintahanSosial

Rupiah Melemah, Pedagang Elektronik di Cikarang Keluhkan Omset Turun hingga 50 Persen

DAILYBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI — Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak signifikan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang elektronik di Pasar Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Kenaikan harga barang elektronik dalam beberapa pekan terakhir membuat daya beli masyarakat menurun dan omset pedagang merosot hingga 50 persen.

Salah seorang pedagang elektronik di Pasar Cikarang, Oman (49), mengatakan hampir seluruh produk elektronik mengalami kenaikan harga, mulai dari barang berukuran kecil hingga peralatan rumah tangga berukuran besar seperti televisi dan kulkas.

“Semua elektronik naik, Bang, dari yang kecil sampai yang ukuran gede semua naik. Contohnya kayak TV atau kulkas, yang tadinya harga Rp1.500.000 sekarang naik jadi Rp1.650.000,” ujar Oman saat ditemui di tokonya, Sabtu (6/6).

Menurutnya, kenaikan harga tersebut berasal dari distributor maupun produsen yang menyesuaikan harga akibat tingginya kurs dolar AS. Kondisi itu membuat harga pokok barang yang diterima pedagang ikut meningkat.

Di tengah kenaikan harga, para pedagang dihadapkan pada situasi yang tidak mudah. Mereka harus menambah modal untuk membeli stok barang, sementara kemampuan masyarakat untuk berbelanja justru menurun.

Akibatnya, tingkat penjualan mengalami penurunan cukup tajam. Oman mengaku omset dan keuntungan yang diperoleh saat ini jauh berbeda dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Omset udah pasti turun, pendapatan juga enggak kayak dulu-dulu. Biasanya kita stabil bisa dapat keuntungan 35 sampai 45 persen. Kalau sekarang, kita paling bisa dapat 20 persen juga udah susah, dapat 30 persen itu juga udah dipaksain,” katanya.

Untuk menjaga usaha tetap berjalan, para pedagang terpaksa memangkas margin keuntungan seminimal mungkin. Langkah tersebut dilakukan agar perputaran modal tetap terjaga dan barang dagangan tetap dapat terserap pasar.

Menurut Oman, strategi tersebut menjadi pilihan yang harus diambil mengingat sejumlah produk elektronik seperti kulkas, mesin cuci, televisi, dan kipas angin masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan memperbaiki kondisi ekonomi nasional sehingga aktivitas perdagangan kembali bergairah.

“Pengennya sih stabil lagi, biar jualan lancar lagi kayak dulu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *