Program Lentera Jiwa Pertamina Dorong Keluarga Jadi Kunci Pemulihan Penyintas ODGJ
DAILYBEKASI.COM, BANDUNG BARAT – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Fuel Terminal Bandung menggelar Family Gathering sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam mendukung proses pemulihan penyintas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kegiatan yang berlangsung di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat ini menjadi bagian dari Program Lentera Jiwa yang bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan bebas stigma bagi para penyintas.
Mengusung tema “Bersama Lentera Jiwa, Kita Ciptakan Rasa Aman, Pulih, dan Penuh Harapan”, kegiatan tersebut diikuti oleh 10 Sahabat Jiwa beserta keluarga mereka. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pendampingan keluarga sebagai faktor utama dalam proses rehabilitasi dan pemulihan kesehatan jiwa.
Family Gathering turut dihadiri perwakilan Kecamatan Batujajar, Catur, perwakilan Puskesmas Batujajar, Ratu, serta Pembina Program Lentera Jiwa, Aan Somana.
Pembina Program Lentera Jiwa, Aan Somana, menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan penyintas tidak hanya ditentukan oleh penanganan medis, tetapi juga bergantung pada penerimaan keluarga dan lingkungan sosial.
“Pemulihan bukan hanya tentang kesembuhan individu, tetapi juga bagaimana keluarga dan masyarakat menjadi ruang yang aman untuk saling menguatkan dan menumbuhkan harapan. Ketika keluarga memahami proses pemulihan, kesempatan bagi Sahabat Jiwa untuk kembali mandiri pun akan semakin besar,” ujar Aan.
Melalui Program Lentera Jiwa, Pertamina secara berkelanjutan menghadirkan pendampingan dan berbagai kegiatan pemberdayaan bagi para penyintas. Program tersebut dinilai berhasil mengurangi stigma masyarakat sekaligus membuka peluang bagi penyintas untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh kesempatan bekerja, hingga terlibat dalam aktivitas UMKM lokal di Desa Pangauban.
Selain memberikan dampak sosial, program ini juga menghasilkan manfaat ekonomi. Pendampingan yang dilakukan mampu menghemat biaya psikososial hingga sekitar Rp5 juta per orang setiap bulan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi penyintas maupun keluarga.
Perwakilan Puskesmas Batujajar, Ratu, mengapresiasi pelaksanaan Family Gathering karena dinilai menjadi sarana edukasi yang penting bagi keluarga dalam memahami proses rehabilitasi kesehatan jiwa.
“Kami mengapresiasi Family Gathering ini karena memberikan ruang edukasi bagi keluarga untuk memahami proses pemulihan kesehatan jiwa. Kolaborasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah, Pertamina, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui Program Lentera Jiwa, Pertamina tidak hanya mendukung proses pemulihan penyintas ODGJ, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif melalui kolaborasi bersama keluarga, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kami berharap program ini dapat terus memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Reno.
Program Lentera Jiwa juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, tujuan ke-10 mengenai pengurangan kesenjangan melalui inklusi sosial, serta tujuan ke-17 terkait kemitraan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
