Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 9 TPS Masuk Kategori Sangat Rawan
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Sebanyak 121 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Bekasi masuk dalam pemetaan kerawanan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang berlangsung Minggu (20/9/2026). Dari jumlah tersebut, sembilan TPS bahkan dikategorikan sangat rawan oleh kepolisian.
Pemetaan tersebut menjadi dasar Polres Metro Bekasi dalam menentukan pola pengamanan di masing-masing lokasi pemungutan suara. Polisi mengantisipasi potensi gesekan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat konflik atau dinamika antarpendukung calon.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan dari total 3.228 TPS yang dipetakan, sebanyak 3.107 TPS berada dalam kategori aman, 112 TPS tergolong rawan, dan sembilan TPS masuk kategori sangat rawan.
Hal itu disampaikan Andi setelah memimpin apel pergeseran pasukan Operasi Wibawa Mukti di Kecamatan Cikarang Selatan, Sabtu (19/9/2026).
“Sebanyak 3.107 TPS masuk kategori aman, 112 TPS rawan, dan sembilan TPS sangat rawan,” kata Andi.
Sembilan TPS dengan tingkat kerawanan tertinggi tersebut berada di dua kecamatan. Tiga TPS terdapat di Kecamatan Tambun Selatan, sedangkan enam lainnya berada di Kecamatan Cikarang Utara.
Meski telah memiliki peta kerawanan, kepolisian menyebut status tersebut tidak bersifat permanen. Perubahan situasi di lapangan akan terus dipantau hingga proses pemungutan dan penghitungan suara berlangsung.
“Potensi kerawanan ini dinamis. Kita menyesuaikan dengan situasi,” ujarnya.
Polisi Petakan Potensi Konflik
Menurut Andi, penetapan kategori TPS dilakukan berdasarkan sejumlah indikator intelijen. Polisi mempertimbangkan hasil pemantauan lapangan, pengalaman penyelenggaraan Pilkades sebelumnya, hingga potensi gesekan di antara pendukung pasangan calon.
Lokasi TPS juga menjadi bagian dari penilaian. TPS yang berada terlalu dekat dengan kediaman calon atau memiliki catatan konflik sebelumnya dapat memperoleh perhatian pengamanan lebih besar.
“Kalau aman-aman saja, kami sampaikan TPS itu aman,” kata Andi.
Sebaliknya, kondisi yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik akan menjadi pertimbangan untuk meningkatkan status kerawanan dan jumlah personel yang ditempatkan.
Personel Disesuaikan dengan Tingkat Kerawanan
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Polres Metro Bekasi menerapkan pola pengamanan berbeda berdasarkan klasifikasi TPS.
Pada TPS yang masuk kategori rawan, sebanyak 10 personel Polri bersama delapan anggota Linmas disiapkan. Sementara untuk TPS kategori aman, lima personel Polri dan delapan anggota Linmas akan mengamankan setiap empat TPS.
Personel pengamanan telah digeser menuju lokasi masing-masing sejak Sabtu (19/9/2026), atau sehari sebelum pencoblosan.
Selain menjaga keamanan TPS, petugas juga melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan memantau kondisi lingkungan sekitar. Polisi turut memastikan posisi TPS serta mengantisipasi proses distribusi kotak suara.
“Mereka sudah langsung ke TPS masing-masing. Sudah melakukan upaya pendekatan ke tokoh-tokoh masyarakat,” jelas Andi.
Polisi Waspadai Ketidakpuasan Peserta Pilkades
Hingga Sabtu (19/9/2026), kepolisian menyatakan kondisi keamanan di Kabupaten Bekasi masih relatif kondusif. Meski demikian, sejumlah dinamika tetap menjadi perhatian menjelang pencoblosan.
Salah satunya potensi ketegangan yang muncul dari pihak-pihak yang tidak lolos dalam tahapan pencalonan Pilkades.
Andi mengatakan kondisi tersebut telah masuk dalam pemetaan intelijen sehingga aparat dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal.
“Dari situasi pemantauan di lapangan hari ini masih kondusif. Hanya sedikit terkait masalah ketidakterimaan mereka yang tidak lolos,” pungkasnya.




Post Comment