Rabu, Juli 29, 2026
Hukum

Korban Diduga Dibunuh di Darat, Polisi Dalami Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur

DAILYBEKASI.COM, PURWAKARTA – Penyelidikan kasus kematian Sumarna (42), seorang satpam yang ditemukan mengambang dengan kedua tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memasuki babak baru. Hasil autopsi mengarah pada dugaan bahwa korban telah meninggal dunia sebelum tubuhnya berada di dalam air, sehingga memperkuat dugaan polisi bahwa korban merupakan korban pembunuhan, bukan meninggal akibat tenggelam.

Selain hasil autopsi, penyidik juga mendalami sejumlah persoalan pribadi korban yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Salah satunya menyangkut persoalan keuangan, termasuk dana yang dititipkan kepada korban untuk anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, hingga Selasa (28/7/2026), penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi guna mengungkap kronologi maupun motif kematian korban.

“Kita sudah melakukan hipotesa atau beberapa kemungkinan. Sudah banyak kemungkinan yang kita kumpulkan itu kami dalami lebih lanjut,” ujar AKP I Made Purwantara.

Meski telah memeriksa belasan saksi, polisi belum mengungkap identitas mereka maupun hubungan masing-masing dengan korban. Hingga kini, belum ada seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga menelusuri persoalan keuangan yang pernah ditangani korban. Sumarna diketahui tidak hanya bekerja sebagai satpam, tetapi juga menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Linmas.

Korban dipercaya memegang dana pengganti pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi 14 anggota Linmas senilai Rp1.050.000. Berdasarkan keterangan kepala desa kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dana tersebut telah dititipkan kepada korban, namun belum sempat dibagikan hingga Sumarna ditemukan meninggal dunia.

Meski demikian, penyidik belum menyimpulkan apakah persoalan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kematian korban.

Hasil autopsi menunjukkan tidak ditemukan lumpur di paru-paru korban, sementara volume air di dalam paru-paru hanya sedikit. Temuan tersebut mengindikasikan korban kemungkinan telah meninggal sebelum tubuhnya dibuang ke Waduk Jatiluhur.

Selain itu, tim forensik menemukan sejumlah luka pada wajah, bagian belakang kepala, serta bekas jeratan di leher korban. Seluruh luka tersebut masih dianalisis untuk mengetahui penyebab pasti kematian serta alat yang diduga digunakan pelaku.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi juga mengamankan dua borgol. Satu masih terpasang pada tangan korban, sementara satu lainnya ditemukan di sekitar lokasi penemuan jasad. Selain itu, telepon seluler milik korban juga ditemukan dan kini menjadi bagian dari barang bukti yang diperiksa.

Penyidik masih menelusuri asal-usul borgol, riwayat komunikasi terakhir korban melalui telepon seluler, serta aktivitas Sumarna sebelum ditemukan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan digital terhadap ponsel tersebut hingga kini belum diungkap kepada publik.

Meski arah penyelidikan semakin menguat pada dugaan pembunuhan, kepolisian menegaskan seluruh kemungkinan masih didalami. Polisi juga belum memastikan apakah kematian korban berkaitan dengan dugaan kasus vandalisme yang pernah ditegur korban atau persoalan lain yang masih dalam proses penyelidikan.

Kasus kematian Sumarna menyita perhatian publik setelah jasadnya ditemukan mengambang di Waduk Jatiluhur dengan kondisi kedua tangan terborgol. Polisi berharap rangkaian keterangan saksi, hasil autopsi, serta barang bukti yang telah dikumpulkan dapat mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *