Kamis, Agustus 6, 2026
PemerintahanSosial

Sungai di Bekasi Berubah Hitam Pekat dan Berbusa, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

DAILYBEKASI.COM, BEKASI – Kondisi air di Kali Bekasi dan Kali Medan Satria, Kota Bekasi, berubah menjadi hitam pekat, dipenuhi busa putih, serta mengeluarkan bau tak sedap dalam beberapa bulan terakhir. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai mengaku resah karena kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Heri (55), warga yang tinggal di sekitar Kali Medan Satria, mengatakan perubahan kondisi sungai mulai terlihat sekitar tiga hingga empat bulan lalu. Menurutnya, warna air yang sebelumnya masih kecokelatan kini berubah menjadi hitam pekat.

“Awalnya enggak separah sekarang, tapi lama-lama airnya makin hitam. Dari dulu memang enggak jernih, tapi warnanya masih normal, paling cokelat. Sekarang hitam pekat terus, beda jauh,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Selain perubahan warna air, bau tak sedap menjadi keluhan utama warga. Aroma menyengat disebut paling sering tercium pada pagi dan malam hari, bahkan kerap masuk ke dalam rumah.

“Kalau lagi duduk di luar rumah atau buka pintu, baunya masuk. Jadi enggak nyaman. Kadang sampai harus menutup pintu atau jendela,” katanya.

Meski belum ada warga yang mengaku mengalami gangguan kesehatan secara langsung, Heri mengaku khawatir kondisi tersebut dapat berdampak pada anak-anak yang masih sering bermain di sekitar sungai.

“Namanya anak-anak kadang susah dilarang. Itu yang bikin kami waswas,” ucapnya.

Heri mengaku tidak mengetahui penyebab pasti perubahan kondisi sungai. Ia menduga telah terjadi pencemaran, namun tidak berani menyimpulkan karena belum mengetahui sumbernya.

“Kami enggak berani memastikan karena bukan ahlinya,” katanya.

Ia juga mengaku belum melihat adanya pengecekan maupun penanganan dari instansi terkait. Karena itu, warga berharap pemerintah segera menelusuri penyebab perubahan warna air dan mengambil langkah penanganan apabila ditemukan adanya pencemaran.

“Terus airnya dibersihkan supaya enggak bau lagi dan masyarakat juga merasa aman,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ernah (35), warga lainnya di sekitar Kali Medan Satria. Ia mengatakan kondisi sungai mulai berubah sekitar dua hingga tiga bulan terakhir dan terus memburuk hingga saat ini.

“Awalnya saya kira cuma sementara, tapi sampai sekarang airnya tetap hitam,” katanya.

Menurut Ernah, selain berwarna hitam pekat, permukaan sungai juga dipenuhi busa putih dan mengeluarkan bau tidak sedap yang terasa hingga ke permukiman warga.

“Kalau lagi lewat dekat kali langsung kecium. Kadang sampai masuk ke rumah juga, apalagi kalau pagi sama malam,” ujarnya.

Ernah mengaku khawatir kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan warga, khususnya anak-anak yang masih beraktivitas di sekitar sungai.

“Takutnya nanti airnya berdampak ke kesehatan mereka,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera turun ke lokasi untuk mencari penyebab perubahan warna air sekaligus melakukan penanganan agar kondisi sungai kembali bersih.

“Kami ingin kali ini kembali bersih supaya lingkungan juga lebih nyaman,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi serupa terlihat di dua lokasi berbeda. Di Kali Bekasi, tepatnya di sekitar Jembatan Jalan M Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, air sungai tampak berwarna hitam pekat dengan busa putih membentang mengikuti arus. Aroma menyengat tercium dari tepi sungai, sementara busa mengumpul di sejumlah titik permukaan air.

Sementara itu, di Kali Medan Satria, air sungai juga terlihat menghitam dengan aliran relatif tenang. Di beberapa bagian tampak sampah dan tanaman liar mengapung di permukaan air, sedangkan permukiman warga berada tidak jauh dari bibir sungai.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai penyebab perubahan warna air di kedua sungai tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *