Pemkab Bekasi Perkuat Ekosistem UMKM Melalui Program Pendampingan dan Kemitraan Bisnis
DAILYBEKASI.COM, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program UMKM Naik Kelas Tahun 2026. Sebanyak 52 pelaku UMKM Kabupaten Bekasi terpilih mengikuti program pendampingan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat.
Program tersebut resmi dimulai melalui kegiatan Kick Off UMKM Naik Kelas Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Kurasi Kemitraan Bisnis bersama PT Indomarco Prismatama Tbk dan PT Victory Retailindo Tbk di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Hasan Basri, menegaskan bahwa pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan nasional, UMKM terbukti mampu bertahan, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa dan kecamatan,” ujarnya.
Menurut Hasan Basri, Program UMKM Naik Kelas merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kompetitif. Melalui program tersebut, pelaku UMKM memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, memenuhi standar sertifikasi, hingga memperluas akses pemasaran.
“Melalui program ini, para pelaku UMKM akan didorong untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, memperoleh sertifikasi halal dan standardisasi produk, memperbaiki kemasan, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas akses pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, kurasi kemitraan bisnis bersama jaringan ritel modern menjadi langkah strategis untuk membuka peluang produk UMKM Kabupaten Bekasi masuk ke pasar yang lebih luas. Melalui tahapan tersebut, pelaku usaha akan memperoleh evaluasi terhadap kualitas produk, kemasan, keamanan pangan, serta kesiapan produksi sesuai standar industri ritel.
Hasan Basri juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indomarco Prismatama Tbk dan PT Victory Retailindo Tbk atas dukungannya dalam membuka peluang kemitraan bagi produk-produk lokal Kabupaten Bekasi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas pemasaran produk unggulan UMKM sekaligus meningkatkan daya saing di pasar modern.
Sementara itu, Koordinator Pendamping UMKM Naik Kelas Kabupaten Bekasi, Yusup Junaedi, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inisiatif Diskuk Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota. Pada tahun 2026, sebanyak 52 UMKM Kabupaten Bekasi berhasil lolos seleksi dan kurasi dari berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman, jasa, fesyen, hingga kosmetik.
“Untuk Kabupaten Bekasi sendiri terdapat 52 UMKM dampingan yang telah kami seleksi dan kurasi. Jenis usahanya beragam, mulai dari makanan dan minuman, jasa, fesyen hingga kosmetik,” kata Yusup.
Yusup menerangkan, peserta akan mengikuti pelatihan selama tiga bulan yang dilanjutkan dengan pendampingan selama empat bulan. Pelaksanaan program melibatkan perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, serta mitra swasta untuk memperkuat kapasitas usaha dan memperluas akses pemasaran.
Menurutnya, pendampingan diprioritaskan kepada UMKM yang telah memenuhi persyaratan, antara lain memiliki legalitas usaha, omzet minimal Rp100 juta per tahun, serta potensi pengembangan bisnis yang baik.
“UMKM yang mengikuti program pendampingan ini, kami persyaratan minimal omzet UMKM Rp100 juta per tahun. Target kami dalam beberapa tahun ke depan, omzet mereka bisa meningkat hingga mencapai Rp2 miliar sehingga bisa didampingi secara intensif di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi digital, peserta juga memperoleh pelatihan pemasaran digital melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan perusahaan jasa logistik JNE. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk secara berkelanjutan.
