Pasar Cikarang Berbenah Total, Tampilan Baru Disebut Mirip Kawasan Braga Bandung
DAILYBEKASI.COM, CIKARANG – Wajah baru Pasar Cikarang mulai terlihat seiring progres penataan kawasan yang terus berjalan. Bangunan pasar yang selama ini identik dengan kesan kusam kini tampil lebih mencolok dengan dominasi warna oranye berpadu aksen putih, sementara area pedestrian turut dipercantik dengan berbagai fasilitas penunjang. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembenahan rampung sebelum 17 Agustus 2026.
Selain perubahan tampilan bangunan, kawasan sekitar pasar kini dilengkapi pagar pembatas pedestrian, bangku taman bergaya klasik, tempat sampah pilah, hingga paving block yang membuat lingkungan tampak lebih tertata. Penataan tersebut bahkan memberikan nuansa yang sekilas menyerupai kawasan Jalan Braga di Kota Bandung.
Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Cikarang Utara, Hasyim Adnan, mengatakan pengerjaan fisik utama, khususnya perbaikan atap yang sebelumnya menjadi keluhan pedagang dan pembeli, telah selesai sepenuhnya. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian bagian dalam bangunan, termasuk pemasangan keramik dan pengecatan.
“Untuk pengecatan sama atap sudah selesai, pengecatan bagian dalam dan samping belum. Tinggal keramik sama cat di dalam lagi. Yang bikin kusam kemarin kan atap, sekarang atap sudah rapat,” ujar Hasyim, Minggu (2/8).
Ia menjelaskan, penggunaan warna oranye sebagai warna dominan pada bagian luar gedung merupakan arahan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, guna menghadirkan tampilan pasar yang lebih segar dan menarik.
Menurut Hasyim, penyegaran kawasan Pasar Cikarang merupakan bagian dari program penataan kota yang juga mencakup relokasi pedagang pasar tumpah dari kawasan lampu merah Sentra Grosir Cikarang (SGC) ke dalam gedung pasar agar aktivitas perdagangan lebih tertib.
Pembenahan kawasan tersebut didukung anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) serta Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti pengaspalan jalan, pembangunan drainase U-Ditch, penggantian trotoar, pemasangan conblock, pagar pembatas, hingga penyediaan bangku taman.
“Nanti dari anggaran CSR dan provinsi juga ada untuk aspal, drainase U-Ditch, ganti trotoar, conblock, pagar perbatasan, sama bangkunya seperti yang ada di Braga,” kata Hasyim.
Program penataan Pasar Cikarang juga telah masuk dalam Rencana Kerja (Renja) daerah hingga 2029. Pemerintah berharap dukungan anggaran dapat terus berlanjut sehingga pengembangan kawasan tidak terhambat oleh efisiensi anggaran.
Di akhir keterangannya, Hasyim mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas publik yang telah dibangun agar kebersihan dan kenyamanan kawasan pasar tetap terpelihara.
“Tolong sama-sama kita menjaga lingkungan supaya bersih, sehingga pengunjung yang berbelanja bisa nyaman, tenang, aman, dan kondusif,” pungkasnya.
