Sabtu, Mei 30, 2026
EkonomiPemerintahanSosial

Omzet Pedagang Bakso di Bekasi Menyusut, Kenaikan Harga Bahan Baku Jadi Pemicu

DAILYBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI – Pelaku usaha bakso di Kabupaten Bekasi tengah menghadapi tantangan berat seiring meningkatnya biaya produksi dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan harga daging sapi impor dan berbagai kebutuhan pendukung usaha membuat sebagian pedagang mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso) Kabupaten Bekasi, sekitar 30 persen dari total 2.000 anggota saat ini merasakan tekanan usaha akibat lonjakan harga bahan baku yang terus terjadi.

Ketua Papmiso Kabupaten Bekasi, Sandimin, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan sejak menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Menurutnya, kenaikan harga dipengaruhi oleh faktor eksternal, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga terganggunya rantai pasok internasional.

“Banyak pedagang yang masih bertahan, tetapi kondisi usaha mereka sedang tidak mudah karena biaya produksi terus meningkat,” ujarnya, Senin (25/5).

Ia menjelaskan harga daging sapi impor yang selama ini menjadi pilihan utama pedagang kini mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, komoditas tersebut masih dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp80 ribu per kilogram. Sementara harga daging sapi lokal berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.

Selain daging, kenaikan juga terjadi pada sejumlah kebutuhan lain yang menunjang operasional usaha. Harga saus, kecap, hingga plastik kemasan mengalami penyesuaian yang turut menambah beban pengeluaran pedagang.

Di sisi lain, ruang untuk menaikkan harga jual dinilai cukup terbatas. Pedagang harus mempertimbangkan kemampuan konsumen agar tidak kehilangan pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Akibatnya, banyak pelaku usaha memilih mengurangi margin keuntungan dan melakukan penyesuaian harga secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli masyarakat.

Sandimin menyebut tekanan biaya yang terus meningkat telah berdampak pada penurunan omzet sebagian besar pedagang. Rata-rata penurunan pendapatan yang dialami mencapai hampir 30 persen dibandingkan kondisi normal.

Menurutnya, usaha bakso merupakan sektor yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku. Ketika harga daging dan kebutuhan pendukung naik secara bersamaan, pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Karena itu, pihaknya berharap kondisi ekonomi global dapat segera membaik sehingga harga bahan baku kembali terkendali. Dengan demikian, para pedagang dapat menjalankan usaha secara lebih stabil dan mempertahankan keberlangsungan bisnis mereka di tengah persaingan yang semakin ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *