Marak Kasus Kekerasan Anak, Forum Anak Bekasi Perkuat Edukasi dan Pendampingan
DAILYBEKASI.COM, CIKARANG PUSAT – Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati pada 23 Juli 2026 dimanfaatkan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Bekasi untuk memperkuat komitmen dalam perlindungan anak di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasus kekerasan yang menimpa anak di wilayah Kabupaten Bekasi. FAD menegaskan akan memperluas edukasi, pendampingan, serta menyediakan ruang aman agar anak-anak berani melaporkan setiap bentuk kekerasan yang dialaminya.
Ketua Forum Anak Daerah Kabupaten Bekasi Periode 2026–2028, Shabira Teri Nabillranna, mengaku prihatin atas sejumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, masih banyak anak yang memilih diam karena takut atau belum mengetahui tempat yang aman untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami.
“Kami merasa miris melihat berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi belakangan ini. Padahal Forum Anak bersama DP3A hadir sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk bercerita. Kami berharap anak-anak di Kabupaten Bekasi semakin berani bersuara, karena ketika mereka berani menyampaikan apa yang dialami, kami akan berupaya menindaklanjutinya bersama pihak terkait,” ujar Shabira usai mengikuti kegiatan podcast di Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Kamis (23/7/2026).
Sebagai langkah pencegahan, Forum Anak Kabupaten Bekasi akan memperkuat berbagai program edukasi melalui kunjungan ke kecamatan, kampanye digital, serta optimalisasi klaster-klaster Forum Anak yang berfokus pada isu keluarga, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak.
Forum Anak juga secara rutin menghimpun aspirasi melalui kegiatan Suara Anak Daerah. Program tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan kebutuhan, harapan, dan persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi dari tingkat kecamatan kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak kepada anak.
Selain kegiatan tatap muka, Forum Anak memanfaatkan media sosial sebagai sarana konseling sebaya sekaligus ruang pengaduan yang mudah diakses. Melalui platform tersebut, anak-anak yang mengalami persoalan maupun kekerasan dapat memperoleh pendampingan awal dengan lebih cepat.
“Kami ingin Forum Anak tidak dipandang sebagai organisasi yang kaku, tetapi sebagai konselor sebaya. Teman-teman bisa bercerita kepada kami, termasuk melalui media sosial. Jangan sungkan untuk menghubungi Forum Anak karena kami terbuka untuk mendengarkan dan mendampingi,” kata Shabira.
Dalam menjalankan programnya, Forum Anak Kabupaten Bekasi terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi, DP3A, puskesmas, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi anak sekaligus memastikan suara anak menjadi bagian dari proses pembangunan daerah.
Pada peringatan Hari Anak Nasional 2026, Shabira mengajak seluruh anak di Kabupaten Bekasi agar tidak takut mencari pertolongan apabila mengalami kekerasan maupun persoalan lainnya. Ia menegaskan setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, berpartisipasi, berekspresi, serta memperoleh perlindungan dalam lingkungan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
