Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa, DPR RI Desak Sumber Pencemaran Diusut Tuntas
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Kondisi Kali Bekasi yang kembali menghitam, berbusa, dan mengeluarkan bau tidak sedap mendapat sorotan dari Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia. Pemerintah pusat dan daerah didesak segera memperluas penelusuran untuk mengidentifikasi seluruh sumber pencemaran yang masuk ke aliran sungai.
Shanty meminta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Dinas Lingkungan Hidup di wilayah terkait tidak hanya memeriksa satu atau dua titik, tetapi melakukan penelusuran menyeluruh di sepanjang aliran Kali Bekasi.
Menurutnya, pencemaran yang kembali terjadi menunjukkan persoalan pengawasan terhadap aktivitas industri maupun usaha yang berpotensi membuang limbah ke sungai masih perlu diperkuat.
“Kondisi Kali Bekasi yang kembali menghitam, berbusa, dan mengeluarkan bau tidak sedap perlu menjadi perhatian serius. Persoalan pencemaran ini sudah terjadi berulang kali,” kata Shanty, dikutip Senin (24/8/2026).
Ia menilai dampak pencemaran tidak hanya mengancam ekosistem sungai, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Karena itu, Shanty mendorong koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menemukan sumber pencemaran serta memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat diberikan sanksi sesuai ketentuan.
“Kami mendesak Kementerian Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup pemerintah daerah terkait untuk mengusut tuntas sumber pencemaran Kali Bekasi. Penelusuran perlu terus diperluas untuk memastikan seluruh sumber pencemar dapat diidentifikasi dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Shanty juga mengingatkan bahwa menurunnya kualitas air akibat pencemaran dapat berdampak pada proses pengolahan air bersih. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan beban pengolahan sekaligus mengganggu ketersediaan pasokan air bagi masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Untuk mencegah pencemaran kembali terjadi, ia meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap industri dan usaha yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Sidak secara berkala, menurutnya, perlu dilakukan untuk memastikan aktivitas usaha telah memenuhi ketentuan lingkungan. Selain itu, setiap instalasi pengolahan limbah industri juga harus dipastikan memenuhi standar baku mutu yang berlaku.
Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti mencemari sungai juga dinilai harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu.
Shanty menegaskan, upaya menjaga kualitas Kali Bekasi membutuhkan komitmen dan koordinasi lintas wilayah secara berkelanjutan. Menurutnya, pengendalian pencemaran sungai merupakan bagian penting dalam menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman.




Post Comment