DLH Kabupaten Bekasi Targetkan 200 Bank Sampah Baru Tingkat RW pada 2026
DAILYBEKASI.COM, CIKARANG PUSAT — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali melaksanakan pembinaan pembentukan Bank Sampah tingkat RW se-Kabupaten Bekasi tahun 2026 guna memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya atau hulu.
Katim Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria, mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat peran bank sampah dalam mereduksi volume sampah secara terintegrasi sebelum berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Bank sampah kini tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat pengumpulan sampah biasa, tetapi menjadi fondasi utama pengurangan sampah dari hulu agar dapat mengurangi beban tonase di TPA Burangkeng,” ujarnya, Rabu (20/05/2026).
Menurutnya, program pembentukan bank sampah merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mewajibkan masyarakat melakukan pengurangan dan penanganan sampah secara berwawasan lingkungan.
“Pada Pasal 12 undang-undang secara tegas menyatakan bahwa setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan, salah satu pilar utamanya adalah pemilahan sejak dari rumah,” jelasnya.
DLH Kabupaten Bekasi menargetkan pembentukan 200 bank sampah baru tingkat RW sepanjang 2026. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang menargetkan pembentukan dan pembinaan bank sampah di 80 RW.
Hingga saat ini, tercatat terdapat 482 unit bank sampah di Kabupaten Bekasi. DLH juga terus melakukan evaluasi dan revitalisasi terhadap bank sampah yang pasif agar seluruh unit dapat beroperasi secara konsisten dan berkelanjutan.
Dalam proses pembinaan, DLH memberikan pelatihan manajemen, pendampingan pemilahan dan penimbangan sampah, pembentukan struktur organisasi, hingga studi tiru ke wilayah yang dinilai berhasil menjalankan pengelolaan sampah mandiri.
“Pembinaan ini bersifat berkelanjutan. Pertemuan awal akan menghadirkan praktisi bank sampah yang telah berhasil untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kami juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala,” katanya.
Program penguatan bank sampah tersebut juga menjadi bagian dari roadmap penanganan sampah hulu-hilir 2025–2029 sekaligus mendukung program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Nurul menuturkan, target jangka panjang DLH adalah mewujudkan program “Satu RW Satu Bank Sampah” di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
Sebagai contoh keberhasilan, DLH menyoroti Bank Sampah Masdul RW 08 Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat. Bank sampah tersebut dinilai berhasil menerapkan konsep pengolahan sampah total atau zero waste oriented, integrasi ketahanan pangan, serta ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami ingin keberhasilan Bank Sampah Masdul dapat direplikasi di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Sampah tidak lagi dibuang, tetapi diolah menjadi sumber ekonomi dan ketahanan pangan warga,” ungkapnya.
Ke depan, DLH berharap budaya memilah sampah dapat menjadi gaya hidup masyarakat sekaligus mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah berbasis circular economy menuju konsep zero waste.

