Diduga Monopoli Air, Warga Minta Dedi Mulyadi Sidak Instalasi Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi
DAILYBEKASI.COM, BEKASI – Sebuah video berisi keluhan seorang warga terkait kondisi pasokan air di wilayah Babelan, Kedung Jaya dan Kedung Pengawas Kabupaten Bekasi, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, warga meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan menyelesaikan persoalan yang disebut berdampak pada petani dan pelanggan air bersih.
Dalam video itu, pria tersebut menyampaikan bahwa petani di wilayah Kedungjaya, Kedungpengawas hingga Muarabakti mengalami kesulitan memperoleh pasokan air irigasi, terutama saat musim kemarau. Ia menduga aliran air dimanfaatkan untuk kepentingan penyediaan air bersih sehingga debit air ke area persawahan berkurang.
“Petani di Kedungjaya, Kedungpengawas, sampai Babelan tidak mendapatkan pasokan air saat musim panas seperti ini,” ujar pria tersebut dalam video.
Selain persoalan irigasi, ia juga menyoroti kualitas air yang diterima pelanggan PAM. Menurutnya, masyarakat mengeluhkan air yang keruh dan terdapat kotoran sehingga dinilai tidak layak digunakan.
Tak hanya itu, pria tersebut juga menyinggung dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai yang disebut menyebabkan air berubah menjadi lumpur berwarna cokelat. Namun, pernyataan tersebut masih berupa klaim yang disampaikan dalam video dan belum mendapat konfirmasi dari pihak terkait.
Ia berharap pemerintah segera melakukan inspeksi terhadap persoalan tersebut agar pasokan air irigasi kembali mengalir ke lahan pertanian. Menurutnya, saluran irigasi menuju Babelan Kota, Kedungjaya, dan Kedungpengawas juga perlu dinormalisasi karena debit air semakin kecil.
Dalam video yang sama, pria tersebut mengaku berencana mendatangi Lembur Pakuan untuk menyampaikan langsung laporan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta timnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Perumda Tirta Bhagasasi maupun instansi terkait mengenai tudingan dugaan monopoli pasokan air, keluhan kualitas air bersih, maupun dugaan pembuangan limbah yang disampaikan dalam video tersebut.
