Dedi Mulyadi Datangi Rumah Korban Ledakan LPG di Cikarang, Dua Korban Luka Bakar Dirujuk ke Bandung
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi rumah korban ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas LPG di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026).
Ledakan yang terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB tersebut menyebabkan enam orang menjadi korban. Dua di antaranya, yakni Deni Setiawan (36) dan anaknya, Raihan Alfarizky (7), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis selama satu hari.
Dalam kunjungannya, Dedi memastikan penanganan terhadap empat korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dua korban dengan luka bakar serius juga akan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Keluarga korban, Kanah Lestari (36), mengatakan kedatangan Dedi ke rumahnya berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Dedi melihat langsung lokasi rumah yang menjadi tempat terjadinya ledakan sekaligus menanyakan kronologi kejadian.
“Iya tadi sekitar jam 12 siang, kita juga kaget tiba-tiba KDM datang ke rumah,” kata Kanah, Minggu (30/8/2026).
Menurut Kanah, Dedi juga memastikan kebutuhan penanganan medis para korban. Apabila biaya rujukan ke RSHS Bandung tidak dapat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Dedi disebut akan membantu mengurus sekaligus membiayai kebutuhan tersebut.
Selain itu, Dedi memberikan bantuan transportasi bagi keluarga yang mendampingi korban di rumah sakit serta santunan kepada keluarga korban.
“Terus tadi ngasih juga ongkos buat yang nungguin di RS Hasan Sadikin sama kasih santunan buat keluarga,” ujarnya.
Saat ini, empat korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Enah (58) mengalami luka bakar sekitar 80 persen, sementara Sutiawulan (40) mengalami luka bakar sekitar 50 persen. Keduanya direncanakan menjalani rujukan ke RSHS Bandung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Amellia (12) dan Aisya Permata Sari (15) mengalami luka bakar sedang pada bagian kaki dan masih menjalani perawatan setelah mendapatkan tindakan medis.
Kepala Dusun 3 Desa Mekarmukti, Engkin, meminta pihak rumah sakit memberikan penanganan maksimal terhadap seluruh korban, terutama dua pasien yang mengalami luka bakar cukup parah.
“Saya minta agar lebih maksimal ditangani, apalagi ini dua luka bakarnya parah, ada 80 persen ada juga 50 persen lebih dan ini mau dirujuk ke Bandung,” kata Engkin.
Ia mengatakan warga dan pemerintah desa langsung melakukan evakuasi setelah kejadian. Para korban dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans desa, ambulans desa tetangga, hingga kendaraan pribadi milik warga.
Namun, menurut Engkin, penanganan awal di rumah sakit sempat berlangsung cukup lama karena korban harus menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Ia pun mengapresiasi kedatangan Dedi Mulyadi yang turun langsung melihat kondisi keluarga korban dan membantu memastikan penanganan medis.
“Kang Dedi Mulyadi hadir ke rumah korban, sudah jenguk. Kami ucapkan terima kasih, kita berharap agar empat orang dibantu penanganannya supaya bisa pulih kembali,” ujarnya.
Kronologi Ledakan
Kanah sebelumnya menceritakan, ledakan bermula ketika ibunya, Enah, mencium atau mengetahui adanya kebocoran gas saat hendak menghangatkan nasi di dapur.
Enah kemudian meminta pertolongan. Suami Kanah, Deni, berusaha membantu dengan membawa tabung gas yang diduga mengalami kebocoran ke kamar mandi dan memasukkannya ke dalam bak.
Keluarga sempat mengira kondisi telah aman. Namun, Enah kemudian kembali berada di sekitar kompor, sementara Raihan masih berada di dapur bersama neneknya.
Deni kemudian menyusul anaknya ke dapur. Tak lama berselang, terjadi ledakan yang diduga dipicu oleh gas yang masih memenuhi ruangan ketika kompor kembali dinyalakan.
“Posisinya anak ke dapur, suami ngejar, terus langsung kejadian ledakan. Aku langsung ditutupin itu, pintu yang nyambung ke rumah ibu, terus keluar lihat suami sama anak dan lain tergeletak di luar,” tutur Kanah.
Ledakan tersebut menyebabkan api membakar sejumlah bagian rumah, termasuk kasur dan pintu berbahan triplek. Genteng rumah juga mengalami kerusakan akibat ledakan.
Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya menolong para korban dan membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Deni dan Raihan mengalami luka bakar sekitar 90 persen. Keduanya akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama satu hari.
Sementara empat korban lainnya hingga kini masih menjalani perawatan medis, dengan dua korban mengalami luka bakar berat dan dijadwalkan menjalani rujukan ke RSHS Bandung.




Post Comment