Data Dapodik Tak Diperbarui, Sekolah di Kabupaten Bekasi Bisa Kehilangan Peluang Bantuan Rehabilitasi
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi meminta seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP segera memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Keterlambatan pembaruan data dinilai dapat menyebabkan kondisi kerusakan fasilitas sekolah tidak terdeteksi pemerintah pusat sehingga berpotensi menghambat penyaluran bantuan rehabilitasi.
Kepala Disdik Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah agar melengkapi dan memperbarui data Dapodik secara berkala.
Menurutnya, Dapodik menjadi salah satu dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menentukan sekolah yang mendapatkan program rehabilitasi maupun revitalisasi.
“Sudah ada beberapa sekolah yang mendapatkan bantuan dari Kemendikdasmen. Di mana bantuan tersebut dasarnya dari Dapodik. Oleh sebab itu, melalui surat edaran, pihak sekolah diminta untuk memperbarui Dapodiknya,” kata Imam.
Ia menjelaskan, Dapodik memuat berbagai informasi penting mengenai kondisi satuan pendidikan, mulai dari jumlah peserta didik, jumlah guru, hingga kondisi sarana dan prasarana sekolah yang dikategorikan baik, rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat.
Data tersebut menjadi gambaran bagi pemerintah dalam menentukan sekolah yang membutuhkan intervensi melalui program bantuan.
“Melalui Dapodik pemerintah pusat bisa melihat mana sekolah yang benar-benar membutuhkan. Kalau datanya tidak di-update, bagaimana bisa dapat bantuan,” ujarnya.
Imam mencontohkan, kerusakan fasilitas dengan kategori ringan masih dapat ditangani pihak sekolah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, kerusakan dengan kategori sedang hingga berat membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Karena itu, ia meminta kepala sekolah dan operator Dapodik tidak menunggu hingga kerusakan fasilitas semakin parah untuk memperbarui data.
“Update Dapodik itu wajib. Itu bukan hanya administrasi, tapi menyangkut nasib anak-anak kita dan masa depan sekolah,” tegasnya.
Disdik Kabupaten Bekasi, lanjut Imam, juga terus melakukan evaluasi terhadap kinerja satuan pendidikan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal serta fasilitas belajar siswa tetap memadai.
“Kami terus melakukan evaluasi kinerja untuk menciptakan generasi. Dan semangat gotong royong terus ditumbuhkan demi kebersamaan meningkatkan kualitas Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Hingga kini, Disdik Kabupaten Bekasi masih melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.
Dengan percepatan pembaruan Dapodik, pemerintah daerah berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten Bekasi yang memenuhi kriteria dan dapat mengakses program bantuan rehabilitasi dari Kemendikdasmen pada tahun anggaran berikutnya.




Post Comment