Anggaran Belum Jelas, Pembangunan Underpass Telaga Asih dan Lemahabang Masih Tertunda

DAILYBEKASI.COM, CIKARANG — Rencana pembangunan dua underpass di Kabupaten Bekasi hingga kini belum dapat direalisasikan lantaran belum adanya kepastian anggaran dari pemerintah. Padahal, berbagai persiapan teknis untuk pembangunan di Telaga Asih, Cikarang Barat, dan Lemahabang, Cikarang Timur, disebut telah mencapai sekitar 90 persen.

Kepala Bidang Prasarana, Pengembangan dan PJU Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Deni Hendra Kurniawan, mengatakan kedua lokasi tersebut menjadi perhatian karena memiliki aktivitas kendaraan yang tinggi dan berpotensi menghadapi persoalan kemacetan yang semakin kompleks.

“Lemahabang-Cibarusah itu jalan provinsi, kemudian Bekasi-Karawang merupakan ruas jalan nasional,” kata Deni, Selasa (18/8/2026).

Menurut Deni, Pemkab Bekasi dalam rencana pembangunan tersebut berperan menyiapkan kebutuhan pendukung, terutama terkait pembebasan lahan. Sementara pembangunan fisik akan menjadi kewenangan pemerintah pusat atau pemerintah provinsi, menyesuaikan status ruas jalan yang berada di lokasi tersebut.

Dishub Kabupaten Bekasi, kata dia, siap melakukan koordinasi apabila pembangunan nantinya mendapat pembiayaan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

“Kalau yang membangun Kementerian Perhubungan, kita siap koordinasi terkait MoU atau PKS-nya,” ujarnya.

Sempat Hampir Dibangun

Deni mengungkapkan, Pemkab Bekasi sebelumnya hampir mendapatkan pembangunan underpass di kawasan Telaga Asih. Bahkan, draf kerja sama dengan Kementerian Perhubungan disebut telah beberapa kali melalui tahap finalisasi dan tinggal menunggu penandatanganan.

Namun, rencana tersebut batal setelah pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Anggaran pembangunan infrastruktur serupa kemudian dialihkan untuk pembangunan di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Drafnya sudah finalisasi beberapa kali, tinggal tanda tangan. Ternyata ada efisiensi dan sebagainya. Setelah itu ada kejadian di Bekasi Timur, akhirnya justru Kota Bekasi yang mendapatkan anggaran tersebut,” jelas Deni.

Setelah itu, Pemkab Bekasi kembali mengajukan pembangunan infrastruktur serupa di dua titik, yakni Telaga Asih dan Lemahabang.

Menurut Deni, terdapat dua surat yang telah diajukan kepada pemerintah pusat. Surat dari Pemkab Bekasi ditandatangani Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan ditujukan kepada Kementerian Perhubungan. Sementara Gubernur Jawa Barat juga mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kita belum tahu goal-nya nanti di Kementerian Perhubungan atau Kementerian PU terkait dana pembangunannya,” katanya.

Persiapan Teknis Hampir Rampung

Dari sisi teknis, Pemkab Bekasi telah menyiapkan sejumlah kebutuhan pembangunan. Dokumen Detail Engineering Design (DED) disiapkan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), sedangkan kebutuhan pembebasan lahan berada di bawah Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).

Deni mengatakan konsep awal yang dibahas bersama SDABMBK adalah pembangunan underpass, bukan flyover. Dishub nantinya berperan menentukan pola pergerakan kendaraan setelah infrastruktur tersebut dibangun.

Kajian lalu lintas juga dilakukan untuk mengetahui arah pergerakan kendaraan yang paling dominan, baik menuju Bekasi maupun Karawang.

“Kami di ABT nanti ada studi terkait perhitungan lalu lintas. Mana arah yang terbanyak, apakah ke arah Karawang atau ke Bekasi. Itu yang menentukan arah underpass,” jelasnya.

Berdasarkan paparan terakhir, underpass dirancang untuk mengakomodasi pergerakan kendaraan dari arah Lemahabang menuju Bekasi. Kendaraan yang keluar dari underpass akan diarahkan menuju kawasan Bekasi atau SGC.

Sementara kendaraan yang hendak menuju Karawang akan diarahkan berputar melalui kawasan lampu merah Taman Cinity, Cikarang Utara.

“Jadi kalau menuju Karawang nanti muternya di lampu merah Taman Cinity,” ujarnya.

Deni menyebut kesiapan teknis pembangunan kedua underpass tersebut saat ini hampir rampung.

“Semua studi hampir 90 persen siap untuk pembangunan. Makanya pascakejadian di Bekasi Timur kita mengajukan dua, yaitu Telaga Asih sama Lemahabang,” katanya.

Meski demikian, kesiapan teknis tersebut belum dapat diikuti dengan pelaksanaan pembangunan karena sumber pendanaan masih belum jelas.

“Kita sudah menyiapkan segala sesuatunya. Saat ini kita belum tahu siapa yang akan membiayai,” ucapnya.

Terpisah, Kepala SDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, membenarkan bahwa pembangunan kedua underpass tersebut belum dapat dipastikan waktu pelaksanaannya.

Menurutnya, pembahasan teknis telah dilakukan, tetapi anggaran pembangunan belum dialokasikan oleh pemerintah, baik untuk tahun ini maupun tahun depan.

“Memang kami sudah melakukan pembahasan. Hanya saja untuk tahun ini atau tahun depan terkait anggarannya dari pemerintah belum dialokasikan. Sehingga untuk pembangunan kedua underpass masih menunggu kepastian anggarannya,” kata Henri.

Post Comment