Sabtu, Agustus 15, 2026
Pemerintahan

Prabowo Ungkap Skema Tukar Tambah untuk Percepat Peralihan ke Motor Listrik

DAILYBEKASI.COM, CIKARANG — Pemerintah menyiapkan sejumlah skema untuk mendorong masyarakat beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke motor listrik. Salah satu skema yang tengah dipertimbangkan adalah tukar tambah motor bensin lama dengan motor listrik baru.

Rencana tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Prabowo mengatakan, skema tukar tambah akan disiapkan bagi masyarakat yang sudah terlanjur memiliki sepeda motor berbahan bakar bensin. Dengan skema tersebut, masyarakat nantinya dapat menyerahkan motor lama dan memperoleh motor listrik dengan menambah sejumlah biaya.

“Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin, nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikit lah,” kata Prabowo.

Selain tukar tambah, upaya meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik juga dilakukan melalui kemudahan pembiayaan.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendorong bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memberikan kemudahan kredit, termasuk kemungkinan uang muka atau down payment (DP) sebesar 0 persen untuk pembelian motor listrik baru.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan perbankan dan institusi finansial di bawah Danantara untuk mendukung pembiayaan kendaraan listrik.

“Di dalam Danantara, kami sudah berbicara dengan seluruh perbankan dan juga seluruh institusi finansial di bawah Danantara bahwa kita siap mendukung dari perbankan kami untuk memberikan pendanaan,” ujar Rosan dalam acara yang sama.

Rosan menjelaskan, saat ini DP kredit motor listrik melalui perbankan masih berada di kisaran 10 persen dari harga kendaraan. Besaran tersebut dinilai masih menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum memutuskan membeli motor listrik.

Karena itu, Danantara berencana menekan besaran DP tersebut, bahkan mengupayakan agar pembiayaan motor listrik dapat dilakukan tanpa uang muka.

“DP-nya yang selama ini masih ada, kalau menurut informasi dari perbankan kami itu ada 10 persen, kita akan coba reduce bahkan akan kita coba hilangkan (DP 0%),” tegas Rosan.

Tak hanya uang muka, Danantara juga menyiapkan skema pembiayaan lain untuk membuat cicilan motor listrik lebih terjangkau. Di antaranya melalui penyesuaian suku bunga kredit yang lebih rendah serta perpanjangan tenor pinjaman.

Dengan sejumlah skema tersebut, pemerintah berharap hambatan biaya awal dan besaran cicilan tidak lagi menjadi kendala utama bagi masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *