Rabu, Agustus 5, 2026
PemerintahanSosial

Jelang Firefighter Skill Competition, Disdamkar Bekasi Matangkan Persiapan hingga 95 Persen

DAILYBEKASI.COM, CIKARANG BARAT – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bekasi memastikan persiapan pelaksanaan Firefighter Skill Competition yang akan digelar pada 6 Agustus 2026 telah mencapai sekitar 95 persen. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi itu akan diikuti sekitar 295 peserta dari berbagai tim pemadam kebakaran perusahaan dan unsur masyarakat.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Disdamkar Kabupaten Bekasi, Syam Indradi, mengatakan berbagai aspek teknis penyelenggaraan telah disiapkan, mulai dari penentuan lokasi, penyusunan layout arena, posisi panggung, jalur defile, hingga koordinasi dengan pengelola kawasan industri.

“Persiapannya sudah hampir 95 persen. Mulai dari penentuan lokasi, penyusunan layout, posisi panggung, jalur defile hingga batas arena sudah kami sepakati bersama pihak pengelola kawasan. Alhamdulillah seluruh tahapan berjalan sesuai rencana,” ujar Syam saat ditemui di kantornya di Cikarang Barat, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, koordinasi intensif dengan pengelola kawasan industri menjadi kunci kelancaran pelaksanaan kegiatan. Seluruh kebutuhan lapangan, termasuk sarana pendukung dan pengaturan alur kegiatan, telah dipersiapkan agar kompetisi dapat berlangsung aman dan tertib.

Pada kompetisi tahun ini terdapat dua kategori perlombaan, yakni Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Hose Laying, yaitu keterampilan menggelar dan menyambungkan selang pemadam kebakaran untuk mengalirkan air menuju titik api.

Kategori K3 diikuti 39 tim, sedangkan kategori Hose Laying diikuti 20 tim. Masing-masing tim beranggotakan lima orang, sehingga total peserta mencapai sekitar 295 orang. Khusus kategori K3 juga melibatkan unsur masyarakat melalui Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).

Menurut Syam, Firefighter Skill Competition merupakan pengembangan dari latihan gabungan yang dikemas dalam format kompetisi modern guna meningkatkan kemampuan personel pemadam kebakaran perusahaan, baik yang berada di kawasan industri maupun di luar kawasan.

“Pada dasarnya kegiatan ini merupakan latihan gabungan, namun kami kemas lebih modern menjadi Skill Competition. Tujuannya mengasah keterampilan petugas pemadam kebakaran perusahaan agar semakin siap menghadapi kondisi darurat, memiliki respons yang cepat, tanggap, serta mampu saling membantu lintas kawasan ketika terjadi bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, jadwal pelaksanaan yang semula direncanakan pada 5 Agustus diubah menjadi 6 Agustus 2026 berdasarkan hasil rapat bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi agar selaras dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan diuji melalui materi yang mengacu pada standar perlombaan tingkat provinsi maupun nasional, meliputi keterampilan K3, teknik pemadaman kebakaran, penggunaan selang pemadam (hose laying), hingga simulasi penyelamatan korban sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Di kategori Hose Laying terdapat unsur pemadaman sekaligus penyelamatan korban. Peserta harus mampu mengevakuasi korban dengan benar serta menjalankan tugas sesuai SOP. Setiap personel memiliki tanggung jawab masing-masing sehingga aspek keselamatan petugas maupun korban tetap menjadi prioritas utama,” terang Syam.

Panitia juga menyiapkan sembilan trofi sebagai bentuk apresiasi bagi peserta terbaik. Penghargaan akan diberikan kepada juara 1, 2, dan 3 pada kategori K3 maupun Hose Laying, serta trofi khusus bagi tim pemadam terbaik tingkat kawasan industri.

Syam berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kompetensi, memperkuat koordinasi antartim pemadam kebakaran perusahaan, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran.

“Kami berharap kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi media edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pencegahan jauh lebih penting. Bahkan tahun ini kami juga menambahkan simulasi penggunaan alat tradisional seperti karung goni agar masyarakat mengetahui berbagai alternatif penanganan awal kebakaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *