Kamis, Juli 30, 2026
PendidikanSosial

Dedi Mulyadi Bantu Pendidikan Anak Korban Pengeroyokan di Bali dan Satpam Waduk Jatiluhur

DAILYBEKASI.COM, BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak korban pengeroyokan di Kabupaten Tabanan, Bali, serta anak petugas keamanan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, yang meninggal dunia saat bertugas. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk deposito sebagai upaya memastikan pendidikan anak-anak korban tetap dapat berlanjut.

Kepada keluarga korban pengeroyokan di Bali, Dedi menyampaikan belasungkawa melalui sambungan telepon. Korban diduga meninggal dunia setelah dikeroyok massa karena dituduh mencuri ayam.

Dari penuturan istri korban, almarhum sehari-hari bekerja sebagai perajin anyaman. Keluarga sempat mencari keberadaannya hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia di rumah sakit di Tabanan setelah diantar oleh pihak kepolisian.

“Saya menyampaikan belasungkawa dan rasa prihatin,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).

Dedi mengaku terenyuh saat mendengar tangisan anak korban yang masih berusia empat tahun.

“Karena saya dengar suara anak kecil itu sampai menangis. Saya tidak kuat karena jadi ingat anak sendiri,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian, Dedi memberikan deposito senilai Rp50 juta melalui Bank BJB Bali atas nama anak korban agar dapat digunakan sebagai dana pendidikan di masa depan.

“Nanti dititip deposito Rp50 juta untuk anak ibu yang umur empat tahun. Bentuknya deposito supaya menjadi bekal pendidikan. Kalau sekarang uang tunai takut habis,” ujarnya.

Selain itu, Dedi memastikan anak korban lainnya yang saat ini duduk di bangku SMK dapat melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Dalam kesempatan terpisah, Dedi juga mengunjungi keluarga petugas keamanan Waduk Jatiluhur yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tangan terborgol saat menjalankan tugas.

Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak, salah satunya masih duduk di bangku kelas XII SMA. Untuk membantu keberlangsungan pendidikan anak korban, Dedi menyerahkan deposito sebesar Rp25 juta melalui Baznas Jawa Barat.

“Nanti ini dititipkan deposito Rp25 juta untuk cadangan sekolah anak,” kata Dedi.

Selain memberikan bantuan, Dedi meminta aparat penegak hukum segera mengungkap kasus kematian petugas keamanan tersebut. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat agar proses penyelidikan berjalan maksimal.

Dedi juga menyoroti lemahnya sistem pengamanan di kawasan Waduk Jatiluhur yang merupakan objek vital nasional. Menurutnya, kawasan tersebut seharusnya dilengkapi fasilitas keamanan yang memadai.

“Ini daerah strategis, daerah vital yang menyangkut keamanan Indonesia dan produksi listrik. Masa tidak dipasang CCTV dan penerangannya kurang?” tegasnya.

Ia turut mempertanyakan minimnya jumlah petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

“Jangankan mengamankan, yang jaganya saja belum aman,” ucapnya.

Dedi meminta Perum Jasa Tirta (PJT) segera memperkuat sistem keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur melalui pemasangan CCTV, penambahan penerangan, serta peningkatan jumlah personel keamanan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *