Selasa, Juli 28, 2026
Sosial

Rumah Makan Gratis di Jatiasih Jadi Harapan Warga, Antrean Mengular Sebelum Dibuka

DAILYBEKASI.COM, KOTA BEKASI – Puluhan warga rela datang sejak pagi dan menunggu hingga hampir dua jam demi mendapatkan kupon makan siang gratis di Rumah Makan Yayasan Damaris Pancasila Indonesia, Jalan Raya Pekayon, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Program sosial yang telah berjalan hampir tujuh tahun itu menyediakan sekitar 100 porsi makanan setiap hari bagi masyarakat yang membutuhkan.

Meski pembagian kupon baru dimulai sekitar pukul 11.45 WIB, warga sudah berdatangan sejak sebelum pukul 10.00 WIB agar tidak kehabisan jatah. Antrean berlangsung tertib, dengan para penerima manfaat berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu yang menggendong balita, pemulung, pengemudi ojek online, sopir, pedagang sayur, pekerja serabutan, hingga lanjut usia.

Setelah kupon dibagikan, para penerima manfaat dipersilakan masuk ke rumah makan secara bergelombang untuk menikmati hidangan yang terdiri dari nasi hangat, ayam, sayuran, lauk pendamping, dan air mineral. Suasana berlangsung sederhana namun penuh kehangatan, dengan sebagian besar warga menikmati makan siang tanpa banyak percakapan.

Di balik terselenggaranya program tersebut, para relawan telah memulai aktivitas sejak pukul 05.00 WIB. Mereka menyiapkan bahan makanan, mulai dari mencuci beras, memotong sayuran, meracik bumbu, hingga memasak lauk utama. Sebelum memasak, seluruh relawan terlebih dahulu berkumpul untuk berdoa sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama.

Salah seorang relawan sekaligus juru masak, Yuni (46), mengatakan dirinya bergabung sejak pandemi Covid-19 setelah pernah merasakan bantuan dari yayasan. Kini, bersama enam relawan lainnya, ia menyiapkan sekitar 100 porsi makanan setiap hari.

“Kalau capek pasti ada. Tapi ketika melihat mereka datang berbondong-bondong, rasa capek itu hilang,” ujar Yuni.

Koordinator Wilayah Jabodetabek Yayasan Damaris Pancasila Indonesia, Erna Agustin, menjelaskan program makan gratis tersebut telah berjalan hampir tujuh tahun. Awalnya, makanan dibagikan langsung kepada masyarakat di jalan pada malam hari. Namun, sekitar dua bulan terakhir, yayasan membuka rumah makan agar penerima manfaat dapat menikmati hidangan dengan lebih nyaman.

Menurut Erna, saat ini Yayasan Damaris Pancasila Indonesia memiliki titik pelayanan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Cibubur, Depok, Parung, serta tiga wilayah di Bekasi. Seluruh operasional program didukung oleh donasi masyarakat.

“Semua yang membutuhkan boleh datang. Yang penting dapat kupon. Kalau kupon habis berarti jatah hari itu habis,” kata Erna.

Ia mengungkapkan, selama menjalankan program tersebut, banyak kisah yang membekas. Salah satunya saat bertemu seorang anak yang mengaku belum makan selama dua hari setelah kehilangan kedua orang tuanya. Ada pula seorang pemulung yang menangis haru setelah menerima seporsi nasi karena mengaku belum makan.

Salah seorang penerima manfaat, Fajar (46), pedagang sayur di Pasar Baru Bekasi, mengaku program makan gratis sangat membantu meringankan pengeluaran hariannya. Dengan penghasilan sekitar Rp1,8 juta per bulan, ia kerap harus mengutamakan biaya transportasi dan kebutuhan lain dibanding membeli makan.

“Kadang uang makan dari bos tidak mencukupi karena habis untuk ongkos dan kebutuhan lain. Jadi program ini sangat membantu,” ujar Fajar.

Ia juga mengaku tidak pernah merasa malu datang ke rumah makan gratis tersebut.

“Saya orang kecil. Kenapa harus malu?” katanya.

Menjelang pukul 13.00 WIB, antrean mulai berakhir. Para relawan kembali membersihkan ruangan dan merapikan peralatan makan. Namun bagi banyak warga, rumah makan itu bukan sekadar tempat memperoleh makan siang gratis, melainkan ruang harapan yang setidaknya mampu menghapus kegelisahan tentang dari mana mereka akan mendapatkan seporsi nasi untuk hari itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *