Selasa, Mei 19, 2026
Kabupaten BekasiPemerintahan

Kali Rawalumbu Bekasi Mendadak Berwarna Biru, Diduga Tercemar Limbah Industri

DAILYBEKASI.COM, BEKASI TIMUR — Warga Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, dihebohkan dengan perubahan warna aliran Kali Rawalumbu yang mendadak menjadi biru pekat. Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Pungut Dalam, RT 006/RW 002, dan diduga berkaitan dengan pembuangan limbah ke aliran air.

Sejumlah warga menilai perubahan warna tersebut bukan kejadian biasa. Mereka menduga cairan yang mencemari kali berasal dari aktivitas industri rumahan di sekitar lokasi.

Salah seorang warga, Ari (55), mengaku sempat melihat aktivitas pembuangan cairan ke kali beberapa waktu lalu. Menurut dia, kondisi serupa sudah beberapa kali terjadi.

“Bukan baru sekali seperti ini. Saya pernah lihat ada yang buang limbah ke kali, makanya warga curiga air berubah warna karena itu,” ujar Ari, Senin.

Ia menduga cairan berwarna biru berasal dari limbah tinta atau bahan pewarna sablon yang digunakan oleh usaha rumahan di sekitar kawasan tersebut.

Menurut Ari, kondisi itu membuat warga khawatir terhadap dampak jangka panjang bagi lingkungan, terutama jika zat kimia meresap ke sumber air warga.

“Kalau terus dibiarkan takutnya mencemari sumur warga juga. Ini jelas bikin resah,” katanya.

Ari menuturkan, laporan terkait kondisi kali sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada pemerintah daerah. Bahkan, petugas disebut pernah melakukan pemeriksaan kualitas air di lokasi tersebut.

“Dulu sempat dicek juga, tapi sekarang kejadian seperti ini muncul lagi,” ujarnya.

Warga lainnya, Fadhillah, mengatakan dirinya baru pertama kali melihat air kali berubah menjadi biru terang. Biasanya, kata dia, warna air di lokasi tersebut cenderung gelap atau hitam.

“Biasanya enggak pernah biru seperti kemarin. Makanya saya langsung videoin karena aneh,” kata Fadhillah.

Meski tidak menimbulkan aroma menyengat, warga menduga perubahan warna air berkaitan dengan limbah bahan kimia.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina Triwardani, mengatakan tim laboratorium telah mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian.

“Tim UPTD Laboratorium sedang melakukan uji kualitas air dan akan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh Tim PPLH,” ujar Wulan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tingkat keasaman air tercatat masih dalam kondisi netral dengan pH 7,54. Suhu air berada di angka 30 derajat Celsius dan kadar oksigen terlarut sebesar 4,5 mg/L.

Selain itu, hasil sementara menunjukkan adanya kandungan zat terlarut dalam air dengan nilai daya hantar listrik mencapai 644,35 µS. Kadar klorin bebas juga ditemukan sebesar 0,08 mg/L.

Meski sejumlah parameter masih tergolong normal, DLH menilai perubahan warna air yang tidak biasa tetap perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan limbah berbahaya.

Saat ini, kondisi aliran kali dilaporkan sudah berubah menjadi abu-abu kehitaman dengan arus cukup deras dan tanpa bau menyengat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *