Rabu, April 29, 2026
Kabupaten BekasiPemerintahanPendidikan

Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Dorong Perluasan MBG Demi Tingkatkan Fokus dan Energi Siswa

DAILYBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI – Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur pendidikan. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap kesiapan belajar peserta didik, meski pelaksanaannya saat ini masih menjangkau kurang dari 50 persen sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menyampaikan bahwa hingga kini tidak terdapat keluhan berarti dalam pelaksanaan MBG. Kepala sekolah, guru, serta warga sekolah disebut berperan aktif menyukseskan program tersebut, termasuk dalam memastikan kualitas makanan sebelum dikonsumsi siswa.

“Guru-guru ikut membantu mencicipi makanan sebelum disajikan kepada anak-anak. Ini bagian dari kolaborasi antara sekolah dan dapur, agar makanan yang diterima benar-benar layak dan aman dikonsumsi,” jelasnya.

Menurut Imam, pengawasan berlapis menjadi faktor penting dalam menjaga mutu pelaksanaan MBG. Keterlibatan guru sejak tahap awal hingga penyajian dinilai mampu memberikan rasa aman bagi peserta didik sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan penyedia makanan.

Ia menambahkan, program MBG turut berkontribusi terhadap peningkatan konsentrasi dan energi siswa selama mengikuti pembelajaran. Asupan gizi yang memadai diyakini mendukung proses belajar mengajar agar lebih optimal.

“Kalau anak-anak bisa sarapan atau makan dengan baik, tentu energinya lebih terjaga dan fokus belajarnya meningkat. Walaupun ini bukan satu-satunya indikator peningkatan kualitas pendidikan, MBG tetap memberikan kontribusi positif,” ujarnya.

Meski demikian, Imam mengakui bahwa cakupan program MBG di Kabupaten Bekasi masih terbatas. Baik di tingkat SD maupun SMP, jumlah sekolah yang telah melaksanakan program tersebut masih berada di bawah separuh dari total satuan pendidikan yang ada.

“Memang sampai hari ini belum semua peserta didik menikmati program MBG. Salah satu kendala utama adalah ketersediaan infrastruktur, khususnya pembangunan dapur. Kami berharap kendala ini bisa segera diatasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perluasan program masih menunggu dukungan dan kesiapan dari Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab teknis pelaksanaan di lapangan. Dengan terpenuhinya sarana pendukung, terutama pembangunan dapur, Dinas Pendidikan optimistis jumlah sekolah penerima manfaat MBG akan meningkat secara signifikan pada tahun mendatang. (adv) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *