Server PCMB Sulit Diakses, Disdik Jabar Pastikan Data Calon Murid Aman
DAILYBEKASI.COM, BANDUNG — Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kendala akses yang terjadi pada halaman sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) saat pengumuman hasil pemetaan tahun 2026.
Kepala Disdik Jawa Barat, Purwanto, mengatakan gangguan akses tersebut dipicu tingginya jumlah masyarakat yang mengakses sistem secara bersamaan. Selain itu, proses optimalisasi fitur pengumuman juga dilakukan untuk memastikan data yang ditampilkan akurat dan presisi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para orang tua dan calon murid baru dalam mengakses pengumuman hasil PCMB,” kata Purwanto dalam konferensi pers pengumuman hasil PCMB 2026, Sabtu (13/6/2026) malam.
Meski terjadi kendala akses, Purwanto memastikan sistem secara keseluruhan tetap dalam kondisi aman dan stabil. Ia menegaskan bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan baik dan tidak terdampak oleh proses penyempurnaan sistem.
“Kami memberikan jaminan penuh bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan sangat aman. Tidak ada satu pun hak calon murid yang dirugikan secara administratif akibat proses penyempurnaan sistem ini,” ujarnya.
Menurutnya, tim teknis saat ini terus bekerja untuk menyelesaikan penyempurnaan fitur pengumuman agar layanan dapat kembali diakses secara optimal oleh seluruh masyarakat.
Selain menjelaskan kendala teknis, Disdik Jabar juga menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan. Melalui pelaksanaan PCMB, pemerintah berupaya memetakan calon murid secara menyeluruh agar dapat memperoleh layanan pendidikan sesuai kondisi dan pilihan yang tersedia.
Purwanto mengakui daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Barat masih terbatas. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 77 ribu calon murid yang belum tertampung di sekolah negeri.
Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan skema penyaluran peserta didik ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri akan kami salurkan ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya perlindungan layanan pendidikan,” katanya.
Ia menjelaskan, koordinasi antara Cabang Dinas Pendidikan dan sekolah swasta terus dilakukan, terutama di wilayah yang memiliki jumlah calon murid belum tertampung cukup tinggi.
Melalui kerja sama tersebut, biaya pendidikan seperti Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) maupun Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) akan mendapatkan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah.
Selain itu, pemerintah juga terus memperluas akses layanan SMA Terbuka di sejumlah wilayah sebagai langkah untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
Purwanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir terhadap keamanan data maupun hasil pemetaan yang telah dilakukan. Menurutnya, seluruh proses berjalan secara akuntabel dan akan terus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami memastikan data calon murid tetap aman dan tidak ada manipulasi dalam proses ini. Atas berbagai kendala yang terjadi, kami kembali memohon maaf dan akan terus melakukan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkasnya.
