Ribuan Warga Bekasi Mengungsi, BPBD Kabupaten Bekasi Fokus Evakuasi dan Logistik
DAILYBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI – Ribuan warga Kabupaten Bekasi terpaksa meninggalkan rumahnya akibat banjir yang masih menggenangi puluhan wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 2.412 kepala keluarga (KK) saat ini mengungsi di 15 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kecamatan terdampak.
Data BPBD Kabupaten Bekasi per Jumat, 23 Januari 2026 pukul 11.30 WIB, menyebutkan banjir telah berdampak pada 30.649 KK di 51 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Genangan air masih terjadi di wilayah utara hingga tengah Kabupaten Bekasi, dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 130 centimeter.
Sejumlah kecamatan seperti Babelan, Tarumajaya, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Utara, Karangbahagia, hingga Pebayuran dan Cabangbungin menjadi wilayah dengan laporan genangan paling banyak. Di beberapa titik, air masih merendam permukiman warga dengan ketinggian yang menyulitkan aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan pihaknya saat ini memfokuskan penanganan pada aspek kedaruratan, khususnya evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi.
“Sebanyak 2.412 KK sudah kami evakuasi ke 15 titik pengungsian. Prioritas kami adalah memastikan warga terdampak berada di tempat yang aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” ujar Dodi Supriadi
Menurutnya, BPBD bersama unsur TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan kebencanaan terus melakukan pendataan lapangan dan distribusi bantuan logistik. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, selimut, matras, serta kebutuhan darurat lainnya.
Selain permukiman, banjir juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 3.908,9 hektare lahan pertanian terendam banjir, yang dikhawatirkan akan memengaruhi hasil panen dan pendapatan petani.
Dodi menambahkan, pihaknya masih melakukan pemantauan intensif mengingat potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat atau BPBD.
“Kami minta masyarakat mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil risiko, terutama di wilayah yang masih tergenang cukup dalam,” pungkasnya. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat atau BPBD.
“Kami minta masyarakat mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil risiko, terutama di wilayah yang masih tergenang cukup dalam,” pungkasnya. (adv)

