Kereta Api Jarak Jauh Pengaruhi Perjalanan KRL Cikarang-Bekasi

Kereta api jarak jauh dan KRL lintas Cikarang Bekasi

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Kepadatan penumpang KRL lintas Cikarang-Bekasi kembali menuai keluhan. Pengoperasian rangkaian delapan kereta atau stamformasi (SF) 8 saat jam sibuk membuat penumpang harus berdesakan. Kondisi ini juga dipengaruhi penggunaan jalur bersama kereta api jarak jauh (KAJJ).

Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) atau anak kereta (anker) ramai mengeluhkan kondisi tersebut melalui media sosial. Mereka mempertanyakan pengoperasian rangkaian SF 8 di tengah tingginya mobilitas penumpang, terutama pada pagi dan sore hari.

KAI Commuter Indonesia (KCI) meminta maaf kepada para pengguna atas keluhan tersebut. Perusahaan menjelaskan bahwa pengoperasian rangkaian masih menyesuaikan ketersediaan dan kesiapan sarana.

” Mohon maaf atas ketidaknyamanannya yang dirasakan. Saat ini, pengoperasian rangkaian telah disesuaikan dengan ketersediaan dan kesiapan sarana, sehingga masih terdapat perjalanan yang menggunakan SF 8 maupun SF 10,” tulis KCI melalui akun X @CommuterLine, Jumat (6/11/2026).

KCI Operasikan 89 Rangkaian untuk Layani Penumpang KRL

KCI menjelaskan, pengoperasian puluhan rangkaian tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan pelayanan. Pengaturan ini juga bertujuan menjaga jarak waktu keberangkatan antarkereta atau headway.

Purnomo menjelaskan, KAI Commuter mengoperasikan total 89 rangkaian untuk melayani perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja.

“KAI Commuter mengoptimalkan pengoperasian 89 rangkaian kereta untuk 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja di seluruh lintas,” jelas Purnomo.

Dari total tersebut, KCI mengoperasikan 22 rangkaian dengan delapan kereta (SF 8), 34 rangkaian dengan 10 kereta (SF 10), serta 33 rangkaian dengan 12 kereta (SF 12).

KCI juga menerapkan pola peredaran sarana secara adaptif. Pengaturan tersebut menyesuaikan kebutuhan operasional dan kondisi perjalanan di setiap lintas.

Kereta Api Jarak Jauh Berbagi Jalur dengan KRL Cikarang-Bekasi

Selain ketersediaan armada, penggunaan jalur bersama menjadi salah satu tantangan operasional pada lintas Cikarang-Bekasi. KRL harus berbagi jalur dengan kereta api jarak jauh (KAJJ) yang melayani perjalanan antarkota.

Kondisi tersebut turut memengaruhi pengaturan perjalanan dan jarak waktu antarkereta. Operator perlu mengatur pergerakan kereta agar perjalanan KRL dan kereta jarak jauh dapat berlangsung sesuai jadwal operasional.

Di sisi lain, tingginya mobilitas masyarakat pada lintas Cikarang-Bekasi menambah tantangan pelayanan. Penumpang membutuhkan kapasitas angkut yang memadai, terutama saat berangkat dan pulang kerja.

Kapasitas Armada Jadi Tantangan Pelayanan KRL

Pengoperasian rangkaian dengan jumlah kereta berbeda menunjukkan bahwa KCI masih menyesuaikan penggunaan armada berdasarkan kesiapan sarana dan kebutuhan operasional.

Namun, kepadatan penumpang pada jam sibuk membuat kapasitas angkut menjadi perhatian pengguna. Rangkaian yang lebih pendek berpotensi meningkatkan kepadatan ketika jumlah penumpang sedang tinggi.

Karena itu, pengguna KRL berharap pengelola dapat terus meningkatkan kapasitas layanan, khususnya pada lintas Cikarang-Bekasi. Operator transportasi perlu menambah armada dan mengatur jadwal perjalanan. Langkah tersebut dapat membuat masyarakat lebih nyaman saat menggunakan transportasi publik setiap hari.

Post Comment