Senin, Juni 15, 2026
Kabupaten BekasiPemerintahanSosial

Kemarau Panjang Ancam Kabupaten Bekasi, BPBD Siapkan Langkah Antisipasi

DAILYBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Juli hingga September 2026. Pada periode tersebut, curah hujan diperkirakan mengalami penurunan signifikan sehingga dapat memengaruhi ketersediaan sumber air bagi kebutuhan masyarakat.

“Peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan mengingat bencana kekeringan dapat mengganggu ketersediaan air bersih untuk kebutuhan dasar masyarakat hingga pertanian,” ujar Muchlis, Jumat (12/6).

Menurutnya, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan sejumlah desa di Kabupaten Bekasi kerap mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih saat kemarau berkepanjangan. Oleh karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Bekasi telah menerbitkan Surat Edaran kewaspadaan musim kemarau sejak April 2026. Surat tersebut ditujukan kepada perangkat daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk melakukan berbagai upaya mitigasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Melalui surat edaran tersebut, seluruh pihak diminta aktif memantau kondisi lingkungan, menghemat penggunaan air, serta menyiapkan langkah-langkah penanganan apabila terjadi kekeringan di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengungkapkan salah satu langkah mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat adalah menyiapkan tempat penampungan air di rumah masing-masing.

Menurut Dodi, penampungan air penting untuk menyimpan cadangan ketika pasokan dari sumur, saluran irigasi, maupun sumber air lainnya mulai berkurang akibat kemarau panjang. Dengan adanya cadangan air, kebutuhan dasar rumah tangga tetap dapat terpenuhi meski terjadi gangguan pasokan.

BPBD juga mengingatkan pemerintah desa dan masyarakat agar tidak menunggu kondisi semakin parah apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Desa yang terdampak kekeringan dapat segera mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih kepada BPBD Kabupaten Bekasi.

“Kami berharap masyarakat dan pemerintah desa meningkatkan kesiapsiagaan sejak sekarang agar dampak kekeringan dapat diminimalkan,” kata Dodi.

Dalam pengajuan bantuan tersebut, terdapat sejumlah data yang harus dilengkapi, antara lain lokasi wilayah terdampak, titik koordinat, jumlah kepala keluarga yang membutuhkan bantuan, serta nomor kontak penanggung jawab di lapangan.

BPBD menegaskan kelengkapan data sangat penting untuk memastikan bantuan air bersih dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, informasi lokasi yang jelas akan memudahkan petugas dalam menentukan rute distribusi dan akses mobil tangki pengangkut air ke wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *