Job Fair Online Jawa Barat Digelar di Bekasi, Puluhan Perusahaan Buka Akses Lowongan Kerja

DAILYBEKASI.COM, CIKARANG BARAT — Akses masyarakat Kabupaten Bekasi terhadap lowongan kerja kembali diperluas melalui Job Fair Online Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi mendorong perusahaan di kawasan industri agar membuka informasi rekrutmen secara transparan sekaligus memberi ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal.

Program tersebut dihadiri Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor Pengelola Kawasan MM2100, Kecamatan Cikarang Barat, Rabu (16/9/2026).

Melalui kegiatan ini, informasi lowongan pekerjaan dihimpun dan dipublikasikan melalui platform digital Nyari Gawe, sehingga masyarakat dapat mengakses peluang kerja tanpa harus bergantung pada informasi yang beredar secara terbatas.

Masyarakat dapat mengecek lowongan yang tersedia melalui platform Nyari Gawe milik Pemprov Jawa Barat.

Pemkab Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan turut berperan mengajak perusahaan di wilayahnya untuk berpartisipasi dan memasukkan informasi kebutuhan tenaga kerja ke dalam sistem tersebut.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan pemerintah daerah terus berkomunikasi dengan perusahaan agar kesempatan kerja yang tersedia dapat lebih mudah diakses masyarakat Kabupaten Bekasi.

Asep bahkan mengaku telah mendatangi sejumlah perusahaan untuk menyampaikan pentingnya membuka rekrutmen yang dapat diikuti warga setempat.

“Saya sudah datang langsung ke perusahaan-perusahaan, salah satunya untuk meminta agar mereka membuka lowongan kerja sebagaimana yang kita tetapkan, dan dibuka untuk masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

11 Kawasan Industri Jadi Sasaran

Upaya memperluas penyerapan tenaga kerja lokal akan dilanjutkan dengan melibatkan pengelola kawasan industri. Asep menyebut Kabupaten Bekasi memiliki sedikitnya 11 kawasan industri yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Menurutnya, kawasan industri tersebut memiliki peran strategis dalam mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Karena itu, Pemkab Bekasi berencana mengumpulkan seluruh pengelola kawasan industri untuk membahas kebutuhan tenaga kerja sekaligus mendorong perusahaan memperluas kesempatan rekrutmen bagi warga Kabupaten Bekasi.

“Saya akan mengumpulkan semua kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Kita akan meminta kepada perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut agar mengutamakan rekrutmen masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Bekasi,” kata Asep.

Namun, persoalan penyerapan tenaga kerja tidak hanya berkaitan dengan jumlah lowongan. Asep mengakui masih terdapat pencari kerja yang belum memenuhi kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Kondisi tersebut ditemukan dalam kunjungannya ke sejumlah perusahaan. Karena itu, Pemkab Bekasi juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

Menurut Asep, lulusan SMA, SMK hingga perguruan tinggi perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan agar peluang kerja yang tersedia dapat diisi oleh masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Ini menjadi tugas Pemerintah Kabupaten Bekasi agar setiap lulusan, baik SMA, SMK, maupun yang setara, bahkan diploma atau sarjana, bisa menjadi SDM yang mumpuni dan punya bekal ilmu yang dicari oleh perusahaan,” ungkapnya.

Dedi Mulyadi Minta Job Fair Online Digelar Rutin

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong agar Job Fair Online Jawa Barat tidak hanya dilaksanakan secara insidental. Ia meminta kegiatan tersebut dapat dilakukan secara rutin sehingga masyarakat memperoleh informasi lowongan kerja secara berkala.

Dedi juga meminta Pemkab Bekasi terus mengajak perusahaan untuk berpartisipasi dan mempublikasikan kebutuhan tenaga kerja melalui kanal resmi.

Menurutnya, keterbukaan informasi rekrutmen dapat memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan sekaligus membantu mengurangi praktik percaloan dalam proses mencari kerja.

“Saya minta agar live Job Fair ini rutin, bisa per minggu misalnya. Selain bisa menginformasikan kepada masyarakat, kita bisa mengurangi angka pengangguran, lalu kita bisa memberantas calo-calo,” ujarnya.

Dedi menambahkan, semakin banyak perusahaan yang mempublikasikan lowongan secara terbuka, semakin besar pula peluang masyarakat mendapatkan informasi mengenai pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya.

Ia pun meminta perusahaan yang belum bergabung dalam Job Fair Online Jawa Barat untuk terus didorong agar ikut serta.

“Ke depannya bisa terus diajak perusahaan-perusahaan untuk mempublikasikan informasi lowongan kerja secara terbuka agar semakin banyak masyarakat luas yang mengetahuinya,” harapnya.

Post Comment