Senin, Juni 29, 2026
HukumKesehatanPemerintahan

DPRD Kota Bekasi Panggil Dinkes Usai Dugaan Salah Vaksin Bayi Berujung Radang Otak

DAILYBEKASI.COM, KOTA BEKASI — Komisi IV DPRD Kota Bekasi akan memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi beserta jajaran Puskesmas Bintara Jaya pada Senin (29/6/2026) untuk meminta klarifikasi terkait dugaan kesalahan pemberian vaksin terhadap seorang bayi berusia sembilan bulan yang dilaporkan mengalami radang otak setelah menjalani imunisasi.

Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan DPRD terhadap pelayanan kesehatan, menyusul dugaan kelalaian medis yang dinilai berdampak serius terhadap keselamatan pasien.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan langsung dari Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas Bintara Jaya mengenai prosedur pelayanan imunisasi yang diterapkan.

“Nanti hari Senin kita akan panggil. Baik dari Dinas Kesehatan dan puskesmas. Kita akan minta klarifikasi,” ujar Ahmadi, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, DPRD tidak akan mengabaikan persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat, khususnya bayi dan balita yang menjadi kelompok rentan dalam pelayanan kesehatan.

Komisi IV juga akan mendalami dugaan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) imunisasi yang diduga menjadi penyebab terjadinya insiden tersebut. Jika terbukti terjadi kelalaian, DPRD meminta Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab.

Ahmadi menegaskan bahwa kesalahan pelayanan kesehatan yang berdampak pada nyawa pasien tidak dapat ditoleransi. Ia menilai kasus tersebut menjadi peringatan serius bagi sistem pengawasan layanan kesehatan dasar di Kota Bekasi.

Dalam proses investigasi awal, DPRD akan memfokuskan pembahasan pada klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan yang menangani imunisasi, serta Kepala Puskesmas Bintara Jaya. Selain itu, evaluasi terhadap sistem pengawasan dan audit ulang SOP imunisasi di seluruh puskesmas di Kota Bekasi juga akan menjadi perhatian.

DPRD berharap hasil pemanggilan tersebut mampu mengungkap penyebab pasti insiden, memberikan kepastian hukum dan administrasi terhadap pihak yang bertanggung jawab, serta mendorong perbaikan sistem pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kasus dugaan salah vaksin yang menyebabkan bayi mengalami radang otak tersebut kini menjadi sorotan publik. Masyarakat menantikan langkah konkret Pemerintah Kota Bekasi dalam menjamin transparansi penanganan kasus sekaligus meningkatkan keamanan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *