BMKG Tetapkan Kabupaten dan Kota Bekasi Kategori Awas Kekeringan

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi masuk kategori Awas atau zona merah dalam peringatan dini kekeringan meteorologis yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Barat diperkirakan masih berlangsung hingga 10 September 2026. Setelah periode tersebut berakhir, BMKG akan melakukan evaluasi untuk memetakan potensi kekeringan dalam 10 hari berikutnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, kekeringan meteorologis terjadi ketika curah hujan berada jauh di bawah kondisi normal dalam periode tertentu.

“Kekeringan meteorologis ini terjadi ketika curah hujan berada jauh di bawah kondisi normal dalam periode tertentu,” ujar Ardhasena dalam keterangan resminya, Kamis (10/9/2026).

Selain Kabupaten dan Kota Bekasi, terdapat sejumlah wilayah lain di Jawa Barat yang juga masuk kategori Awas. Total terdapat 17 wilayah yang masuk kategori tersebut.

Wilayah itu meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kota Banjar, Kota Bekasi, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Ciamis.

BMKG mengingatkan kondisi kekeringan meteorologis dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan sektor pertanian. Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengantisipasi kemungkinan berkurangnya pasokan air bersih serta dampak kekeringan terhadap kegiatan pertanian.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Jawa Barat Sudah Masuk Musim Kemarau

BMKG mencatat seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak Dasarian I Juli 2026. Kondisi tersebut berlangsung ketika iklim global masih dipengaruhi fenomena El Nino.

Berdasarkan pemantauan Dasarian I Agustus 2026, indeks ENSO tercatat sebesar +2,77, dengan anomali +2,19. Sementara itu, anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 pada periode Juni-Juli-Agustus 2026 mencapai +2,18.

“BMKG memprediksi El Nino 2026 masih akan bertahan hingga awal 2027,” kata Ardhasena.

Sebelumnya, dalam peringatan dini kekeringan meteorologis periode 21-31 Agustus 2026, BMKG juga menunjukkan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Barat dapat berlangsung lebih dari 60 hari.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan untuk terus memperbarui informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG. Kesiapsiagaan juga perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi berbagai dampak yang dapat muncul akibat kondisi kekeringan.

Post Comment