Sabtu, Juni 13, 2026
PemerintahanSosial

Antrean Pertalite Mengular, Warga Bekasi Beralih ke Bensin Eceran

DAILYBEKASI.COM, TAMBUN SELATAN — Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bekasi dalam beberapa hari terakhir terlihat semakin panjang. Kondisi tersebut diduga dipicu meningkatnya jumlah pengguna Pertalite setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Pertamax.

Peningkatan permintaan terhadap Pertalite membuat antrean kendaraan, khususnya sepeda motor, kerap mengular hingga keluar area SPBU pada jam-jam sibuk. Situasi ini mendorong sebagian pengendara mencari alternatif dengan membeli bensin eceran di warung pinggir jalan meski harus membayar lebih mahal.

Salah seorang warga Tambun Selatan, Devi (32), mengaku memilih membeli bensin eceran karena tidak memiliki cukup waktu untuk mengantre di SPBU. Saat ditemui pada Jumat (12/6), ia mengatakan harus segera mengantar anaknya ke sekolah sehingga memilih cara yang lebih praktis.

“Kalau antre di SPBU bisa lama. Saya harus cepat mengantar anak sekolah, jadi terpaksa beli bensin eceran walaupun lebih mahal,” ujarnya.

Menurut Devi, selisih harga sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter masih dapat ditoleransi dibandingkan harus kehilangan waktu di tengah kesibukan pagi hari.

Hal serupa diungkapkan Wawan (40), seorang karyawan swasta yang setiap hari menggunakan sepeda motor untuk bekerja dari Bekasi menuju Jakarta. Ia mengatakan antrean Pertalite kini hampir selalu ditemui, baik pada pagi maupun sore hari.

“Kalau berangkat kerja pagi, antreannya panjang. Kadang saya memilih beli eceran kalau memang sudah mepet waktu,” kata Wawan.

Ia menilai lonjakan antrean terjadi karena banyak pengguna Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya beralih ke Pertalite setelah terjadi kenaikan harga.

Meski demikian, Wawan mengaku memiliki cara untuk menghindari antrean panjang di SPBU, yakni mengisi bahan bakar pada waktu-waktu yang relatif sepi.

“Kalau tidak mau antre, biasanya isi bensin siang bolong atau tengah malam. Di jam-jam itu antreannya terkadang jauh lebih sepi,” ujarnya.

Meningkatnya jumlah pengguna Pertalite menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi BBM di tengah kenaikan harga bahan bakar non-subsidi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kepadatan SPBU dan memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *