Becak Listrik Segera Dibagikan, 160 Tukang Becak di Kabupaten Bekasi Jadi Penerima

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Sebanyak 160 tukang becak di Kabupaten Bekasi bakal meninggalkan becak gowes dan beralih menggunakan becak listrik. Ratusan kendaraan bantuan Presiden Republik Indonesia tersebut kini telah berada di Lapangan Squash, Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Program tersebut menyasar tukang becak yang telah terdata sebagai calon penerima dan memenuhi sejumlah kriteria. Salah satunya yakni penerima berusia di atas 55 tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Andi Suhadhi, mengatakan becak listrik tersebut memang dipersiapkan untuk menggantikan becak konvensional yang selama ini digunakan para pengemudi.

“Untuk dibagikan ke tukang becak, pengganti becak gowes jadi becak listrik,” kata Andi.

Penerima bantuan tersebar di sejumlah kawasan Kabupaten Bekasi yang masih memiliki aktivitas tukang becak. Di antaranya wilayah Tambun, Cibitung hingga Cikarang.

Menurut Andi, pendataan penerima tidak dilakukan dengan menetapkan kuota untuk masing-masing dari 23 kecamatan. Pendekatan yang digunakan adalah mengidentifikasi langsung keberadaan tukang becak di lapangan.

“Jadi kita mendata yang memang ada tukang becaknya,” ujarnya.

Data Penerima Bertambah

Jumlah penerima kemudian bertambah cukup signifikan setelah proses pendataan lanjutan dilakukan oleh konsultan pemerintah pusat melalui Yayasan YGSN.

Dishub Kabupaten Bekasi sebelumnya hanya mendata sekitar 40 tukang becak. Namun, hasil pendataan lanjutan menetapkan sebanyak 160 orang sebagai penerima bantuan.

“Dari konsultan ternyata sudah dapat lebih banyak, 160,” ungkap Andi.

Selain membantu proses pendataan, Dishub Kabupaten Bekasi juga mendapat peran dalam memfasilitasi pelatihan bagi para penerima. Pelatihan tersebut diperlukan agar tukang becak memahami cara mengoperasikan becak listrik sebelum kendaraan digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

“Peran kita memfasilitasi pendataan awal sampai mengoordinir pelatihan,” jelasnya.

Pelatihan penggunaan becak listrik dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026. Sementara itu, waktu pelaksanaan seremoni penyerahan kendaraan kepada para penerima masih menunggu kepastian dari pihak Yayasan YGSN.

“Dari pihak YGSN, jadwal tanggal 22 baru pelatihan tukang becak,” kata Andi.

Nasib Becak Lama Masih Menunggu Keputusan

Pergantian kendaraan tersebut juga menyisakan persoalan terkait keberadaan becak gowes yang selama ini digunakan para penerima.

Dishub Kabupaten Bekasi berharap kendaraan lama nantinya dapat ditarik sehingga tukang becak tidak harus menyimpan atau mengoperasikan dua kendaraan setelah menerima becak listrik.

“Harapan kita dari pemerintah daerah itu ditarik, diganti,” ujarnya.

Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai mekanisme penarikan maupun pemanfaatan becak gowes tersebut. Andi menyebut keputusan terkait kendaraan lama berada di tangan pemerintah pusat dan pihak yang menangani program tersebut.

“Enggak tahu, itu kebijakan dari pusat,” pungkasnya.

Post Comment