Dugaan Pelecehan Anak Terekam CCTV, Warga Tambun Selatan Minta Penanganan Serius

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Video yang memperlihatkan dugaan pelecehan terhadap dua anak perempuan di bawah umur beredar di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Kampung Rawasapi, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/9/2026).

Aksi tersebut terekam kamera CCTV milik warga. Dalam rekaman yang beredar, seorang pria yang mengenakan atribut ojek online (ojol) terlihat berada di sekitar kedua anak sebelum membawa mereka ke area yang lebih sepi di antara rumah warga.

Warga setempat, Fikri, mengatakan pria tersebut sebelumnya sempat berpapasan dengannya di jalan depan rumah. Pria itu kemudian masuk ke area belakang rumah dengan alasan sedang mencari alamat.

“Kebetulan memang si pelaku itu berpapasan sama saya di sini, jalan depan rumah. Terus dia masuk ke area belakang rumah saya,” ujar Fikri kepada wartawan.

Menurut Fikri, pria tersebut kemudian mendekati anak-anak dan mengaku sedang mencari alamat. Kedua anak itu diduga kemudian diajak menuju lokasi yang lebih sepi.

“Dia ngaku bilang ke anaknya minta tolong lagi cari alamat. Anak-anak diperdaya, diajak ke tempat gelap di sela-sela rumah saya,” katanya.

Dugaan pelecehan kemudian terjadi di lokasi tersebut dan terekam kamera CCTV. Fikri mengatakan dari rekaman yang terlihat, pria tersebut tampak memeluk salah satu anak. Namun, ia mengaku tidak dapat memastikan tindakan lain yang terjadi karena sebagian area tertutup oleh teras rumah.

“Kalau secara visual kelihatan sih dipeluk, kalau buat yang lain-lain saya kurang tahu,” ujarnya.

Dalam rekaman yang beredar, salah satu anak juga terdengar berteriak meminta pertolongan. Suara tersebut sempat didengar oleh istri Fikri yang berada di dalam rumah.

Namun, saat itu istrinya tidak langsung keluar karena sedang mengurus anak mereka. Ia kemudian memilih memeriksa rekaman CCTV dan melihat kejadian tersebut.

“Dia sebenarnya mau keluar, cuma karena lagi ngurusin anak saya, jadi enggak bisa. Akhirnya dia cek CCTV, pas cek CCTV ternyata pelaku lagi begitu,” kata Fikri.

Setelah kejadian, pria tersebut meninggalkan lokasi, sementara kedua anak kembali ke rumah masing-masing. Fikri mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi psikologis kedua anak setelah peristiwa tersebut.

Peristiwa itu membuat warga sekitar, khususnya para orang tua, merasa resah. Mereka khawatir kejadian serupa kembali terjadi di lingkungan permukiman.

“Sangat resah, pikiran saya ini. Saya juga punya anak. Para orang tua juga pasti pada resah,” ungkap Fikri.

Fikri juga membenarkan bahwa pria yang terlihat dalam rekaman mengenakan atribut ojek online.

“Iya, pelaku beratribut ojol,” katanya.

Post Comment