Bukan Cuma LRT Jabodebek, Penumpang KRL dan Transjakarta Juga Dilarang Makan dan Minum

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Larangan makan dan minum di dalam transportasi umum ternyata tidak hanya berlaku bagi penumpang LRT Jabodebek. Penumpang Commuter Line dan Transjakarta juga dilarang mengonsumsi makanan dan minuman selama berada di dalam rangkaian atau bus, dengan pengecualian tertentu.

Aturan tersebut kembali menjadi perhatian setelah seorang penumpang LRT Jabodebek terlibat perdebatan dengan petugas karena ditegur saat minum di dalam kereta pada Kamis (10/9/2026).

Penumpang tersebut mempertanyakan larangan itu karena di sejumlah stasiun LRT Jabodebek terdapat tenant yang menjual makanan dan minuman.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika menjelaskan, larangan makan dan minum di dalam kereta telah diberlakukan sejak awal dan tercantum dalam ketentuan yang berlaku bagi seluruh penumpang.

Menurutnya, aturan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.

Dari sisi kenyamanan, makanan atau minuman tertentu dapat menimbulkan aroma yang mengganggu penumpang lain. Sementara dari aspek keselamatan, makanan atau minuman yang tumpah dapat membuat lantai kereta menjadi licin sehingga berpotensi menyebabkan penumpang terpeleset.

Selain itu, cairan yang tercecer juga dikhawatirkan mengalir ke bagian bawah kereta dan mengenai sistem kelistrikan.

Aturan Serupa Berlaku di Commuter Line

Larangan makan dan minum juga diterapkan pada layanan Commuter Line. KAI Commuter melalui akun X resminya menegaskan bahwa penumpang tidak diperbolehkan makan atau minum selama berada di dalam rangkaian kereta.

“Dapat kami informasikan dilarang makan/minum di dalam rangkaian Commuter Line, namun untuk makan/minum diperbolehkan di area stasiun,” tulis akun X KAI Commuter, @CommuterLine, saat menjawab pertanyaan pengguna.

Informasi mengenai larangan tersebut juga ditempel di dalam gerbong Commuter Line. Penumpang yang ingin makan atau minum dapat melakukannya di area stasiun yang telah disediakan sebelum melanjutkan perjalanan.

Meski demikian, terdapat pengecualian pada kondisi tertentu. Selama bulan Ramadan, penumpang diperbolehkan berbuka puasa di dalam rangkaian dengan mengikuti ketentuan yang ditetapkan operator.

Transjakarta Beri Pengecualian Saat Ramadan

Ketentuan serupa juga diterapkan pada layanan Transjakarta. Penumpang pada dasarnya tidak diperbolehkan makan dan minum selama berada di dalam bus.

Namun, Transjakarta memberikan pengecualian bagi penumpang yang perlu berbuka puasa selama perjalanan pada bulan Ramadan.

Dalam ketentuan yang pernah disampaikan melalui media sosial, penumpang diperbolehkan berbuka di dalam bus dengan waktu maksimal 10 menit. Makanan dan minuman yang dikonsumsi juga dibatasi pada makanan serta minuman ringan.

Penumpang diminta tetap menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah setelah berbuka.

Dengan demikian, larangan makan dan minum di transportasi umum diterapkan terutama untuk menjaga kenyamanan, kebersihan, dan keselamatan penumpang. Meski memiliki prinsip yang sama, detail aturan dan pengecualiannya dapat berbeda sesuai kebijakan masing-masing operator.

Post Comment