Jalan Kemuning Raya Bekasi Tergenang, Warga Keluhkan Drainase Mampet dan Bau Menyengat

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Jalan Kemuning Raya, Bojong Menteng, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalami kerusakan dan kerap tergenang akibat saluran drainase yang diduga tersumbat. Kondisi tersebut membuat permukaan jalan becek dan licin, sekaligus mempercepat kerusakan aspal serta menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi.

Warga berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga membenahi saluran drainase agar persoalan genangan tidak terus berulang.

Siti Slamet (50), warga RT 01/RW 05, mengatakan saluran air di lokasi seharusnya digali hingga terhubung dengan kali sehingga aliran air dapat berjalan lancar.

Menurutnya, bagian ujung saluran perlu dibuat lebih dalam agar air tidak kembali menggenang di badan jalan.

“Kalau tidak digali, kondisinya akan seperti ini terus, bocor lagi. Harusnya bagian ujung digali lebih dalam supaya air bisa lancar mengalir ke kali,” kata Siti, Kamis (3/9/2026).

Siti menduga saluran tersebut tersumbat oleh endapan lumpur dan sampah. Ia juga menduga terdapat kabel dari pekerjaan penggalian yang masuk ke dalam gorong-gorong dan berpotensi menghambat aliran air.

Persoalan semakin parah ketika hujan turun. Air yang tidak mengalir dengan baik dapat meluber hingga masuk ke rumah warga.

“Kalau hujan, airnya banjir sampai masuk ke dalam rumah,” ujarnya.

Selain mengganggu aktivitas warga, genangan yang bercampur lumpur dan sampah juga membuat lingkungan sekitar menjadi kotor dan menimbulkan bau menyengat.

“Kalau air menggenang begini, pasti bau, apalagi kalau mampet,” kata Siti.

Warga, lanjut Siti, sebenarnya telah berupaya menangani persoalan tersebut secara gotong royong dengan membersihkan saluran air. Namun, saluran kembali tersumbat setelah dibersihkan.

Pembersihan bahkan terkadang dilakukan sekitar satu kali dalam sepekan. Karena itu, warga berharap pemerintah melakukan penanganan secara menyeluruh dengan membenahi sistem drainase, bukan hanya memperbaiki permukaan jalan.

“Harapannya jalan ini bisa lebih rapi, lancar, dan bersih. Airnya juga bisa mengalir ke kali supaya tidak banjir dan tidak becek lagi,” ujarnya.

Warga lainnya, Ali Solihin (60), mengatakan kerusakan Jalan Kemuning Raya telah berlangsung sekitar satu tahun. Menurutnya, jalan tersebut sebelumnya sudah pernah diperbaiki dengan pengaspalan.

Namun, permukaan jalan kembali mengalami kerusakan, salah satunya diduga akibat saluran air yang tidak berfungsi optimal.

“Kondisinya memang sudah lama rusak. Tapi sudah pernah diaspal sebelumnya, cuma rusak lagi karena salurannya mampet,” kata Ali.

Ali berharap perbaikan Jalan Kemuning Raya nantinya disertai pembenahan saluran air. Ia mengusulkan agar saluran digali dari bagian ujung sehingga aliran air dapat kembali lancar.

“Mudah-mudahan salurannya juga bisa digali dari ujung supaya tidak mampet lagi,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian Jalan Kemuning Raya terlihat rusak dan tidak rata. Aspal mengelupas di beberapa titik.

Genangan air bercampur lumpur dan sampah juga terlihat di sejumlah bagian jalan, terutama di sekitar pertigaan. Saluran air di sisi jalan tampak dipenuhi sampah dan plastik sehingga aliran air tidak berjalan lancar.

Kondisi tersebut membuat permukaan jalan menjadi becek dan licin serta menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi.

Post Comment