Ledakan Diduga akibat Kebocoran Gas di Cikarang Utara, Ayah dan Anak Tewas
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Enam orang dalam satu keluarga menjadi korban ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dari enam korban, dua orang meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi. Keduanya yakni Deni Setiawan (36) dan anaknya, Raihan Alfarizky (7).
Keluarga korban, Tami (55), mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika ibu korban, Enah, sedang memasak dan menghangatkan nasi. Saat itu, diduga terjadi kebocoran pada tabung gas.
Enah kemudian meminta bantuan kepada menantunya untuk memperbaiki kondisi tabung tersebut.
“Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin,” kata Tami saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (30/8/2026).
Tak lama setelah itu, terdengar suara ledakan dari dalam rumah korban. Tami yang tinggal di sebelah rumah korban mengaku mendengar suara ledakan tersebut.
“Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya,” ujarnya.
Enam orang yang berada di lokasi kemudian mengalami luka bakar dan dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sementara tiga lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika.
Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah didatangi anak korban yang meminta pertolongan. Saat tiba di lokasi, sejumlah korban telah berada di luar rumah dalam kondisi mengalami luka bakar.
Menurut Suta, ledakan diduga terjadi ketika tabung gas mengalami kebocoran. Saat hendak mengganti atau memperbaiki tabung, api diduga muncul dan kemudian menyambar orang-orang yang berada dalam satu ruangan.
“Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan,” kata Suta.
Deni dan Raihan kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan. Suta mengatakan keduanya mengalami luka bakar sangat parah dengan luas luka mencapai lebih dari 90 persen.
“Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen,” ujarnya.
Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Enah dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi dengan luka bakar sekitar 90 persen.
Korban lainnya, Amelya Putri, menjalani perawatan di ruang rawat akibat luka bakar pada bagian kaki dan tangan dengan luas di bawah 50 persen.
Dua korban lainnya, Buyin dan Aisah (15), dirawat di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.
Kondisi Enah hingga kini belum dapat dipastikan secara lebih lanjut karena masih menjalani perawatan di ruang ICU dan belum diperbolehkan untuk dijenguk. Namun, Suta menyebut kondisi luka bakar Enah saat pertama kali mendapatkan penanganan tergolong serius.
“Kalau kondisinya kritis atau tidak kami belum tahu karena memang tidak boleh dijenguk, karena di ICU. Tapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen,” ucapnya.
Kasus ledakan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia tersebut kini masih dalam penanganan Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi. Polisi masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.




Post Comment