Stasiun Cikarang Dijaga Ketat, Polisi Antisipasi Pelajar Ikut Demo ke Jakarta
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Polisi memperketat pengamanan di Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026), untuk mengantisipasi keberangkatan massa yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.
Berdasarkan pemantauan di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB, sejumlah personel kepolisian berjaga di pos yang didirikan di depan Stasiun Cikarang. Petugas juga ditempatkan di sejumlah akses menuju peron kereta api lokal dan KRL.
Pemeriksaan dilakukan secara selektif terhadap penumpang yang dinilai menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Pengawasan tersebut terutama diarahkan untuk mengantisipasi rombongan pelajar yang meninggalkan sekolah tanpa izin untuk mengikuti aksi di Jakarta.
Wakil Kepala Satuan Polres Metro Bekasi Kompol Sigit Pangarso mengatakan, polisi akan melakukan pemeriksaan apabila menemukan indikasi adanya rombongan siswa yang hendak berangkat menuju Jakarta.
“Kalau ada 10 indikasi rombongan siswa, maka akan diperiksa,” kata Sigit saat ditemui di Stasiun Cikarang, Kamis (27/8/2026).
Pengamanan melibatkan personel Polres Metro Bekasi, Polsek Cikarang Utara, serta unsur kesiswaan dari sejumlah sekolah. Petugas dari SMK Laboratorium Global dan SMK Dewantara turut diterjunkan untuk membantu mengantisipasi siswa yang membolos.
Menurut Sigit, pelajar belum diperbolehkan mengikuti aksi unjuk rasa karena dinilai belum cukup umur untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Anak-anak sekolah kita tidak perbolehkan karena belum waktunya (belum cukup umur) untuk ikut aksi demo seperti ini,” ujarnya.
Personel kepolisian telah melakukan apel sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Mereka akan tetap bersiaga hingga terdapat arahan lebih lanjut terkait pengamanan aksi.
Meski memperketat pengawasan, Sigit menegaskan polisi tidak melarang masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi di Jakarta sepanjang memenuhi ketentuan dan tidak membawa barang yang berpotensi memicu kericuhan.
“Kalau memang dia ada izinnya, terus dia sesuai dengan prosedur, ya kita izinkan,” katanya.
Namun, penumpang yang mengaku hendak mengikuti aksi tetap akan diperiksa untuk memastikan tujuan keberangkatannya serta memastikan tidak membawa benda yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan anarkis.
“Kalau dia menyampaikan aspirasi terus dia bawa-bawa yang enggak baik, bawa batu lah, apa lah, ya kita amankan,” ujar Sigit.
Hingga pukul 08.48 WIB, belum terlihat adanya rombongan massa aksi di Stasiun Cikarang yang hendak berangkat menuju Jakarta.
Sigit memastikan pengamanan di Stasiun Cikarang ditujukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, bukan untuk membatasi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Sebagai informasi, sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).
Sedikitnya empat kelompok dijadwalkan menyampaikan aspirasi dengan tuntutan berbeda, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Sejumlah tuntutan yang akan disuarakan antara lain pengesahan RUU Perampasan Aset, hukuman mati bagi koruptor, serta dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis.




Post Comment