Sabtu, Agustus 8, 2026
Pendidikan

Atha Fathurrahman Ukir Prestasi Internasional, Raih Gold dan Diamond di IMEC Olympiad

DAILYBEKASI.COM, CIKARANG UTARA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Kabupaten Bekasi di tingkat internasional. Atha Fathurrahman, siswa kelas 2 SDN Waluya 02, Kecamatan Cikarang Utara, berhasil meraih penghargaan Gold dalam IMEC Olympiad 2025/2026 bidang Matematika yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tak hanya meraih kategori Gold, Atha juga memperoleh penghargaan Diamond setelah mampu menjawab sekitar 90 persen soal dengan benar pada babak final kompetisi matematika internasional tersebut.

Kompetisi yang digelar pada 30 Mei 2026 itu menjadi pengalaman internasional bagi Atha. Ia berangkat ke Kuala Lumpur bersama kedua orang tuanya dan sang nenek untuk mengikuti babak final setelah sebelumnya melewati sejumlah tahapan seleksi.

“Senang. Waktu nama saya belum dipanggil, mulai dari juara Honorable Mention, juara dua, sampai akhirnya nama saya dipanggil juara satu, saya sempat keluar air mata,” ujar Atha saat ditemui di SDN Waluya 02, Jumat (7/8/2026).

IMEC Olympiad atau International Mathematics Exam Center Olympiad merupakan kompetisi matematika internasional yang diselenggarakan oleh UniCEP Committee yang berbasis di Australia. Dalam ajang tersebut, peserta dari berbagai negara mengikuti tahapan kompetisi hingga babak final.

Atha mengaku menikmati pengalamannya mengikuti kompetisi di Malaysia. Ia bahkan harus menempuh perjalanan udara bersama keluarganya untuk mengikuti babak final.

“Lombanya di Kuala Lumpur, Malaysia. Saya berangkat naik pesawat bersama ayah, ibu, dan oma. Di sana sekitar tiga hari,” kata Atha.

Melewati Proses Seleksi

Prestasi Atha tidak diraih secara instan. Menurut Rahman, ayah Atha, putranya terlebih dahulu mengikuti sejumlah kompetisi dan tahapan seleksi sebelum akhirnya memperoleh kesempatan berlaga di tingkat internasional.

Awalnya, Atha mengikuti pembelajaran tambahan di sebuah lembaga. Dari sana, ia mendapatkan beasiswa dan mulai mengikuti berbagai kompetisi matematika secara daring, termasuk kompetisi yang memiliki tahapan hingga tingkat internasional.

“Awalnya kami ikut les di sebuah lembaga, kemudian Atha mendapatkan beasiswa. Dari sana dia mengikuti berbagai lomba secara online yang memang sudah masuk taraf internasional. Ada babak penyisihan dan final, jadi tidak langsung ikut kemudian mendapatkan juara,” jelas Rahman.

Menurut Rahman, persaingan dalam kompetisi tersebut cukup ketat karena diikuti peserta dari berbagai negara. Pada babak final di Malaysia, kemampuan Atha membawanya meraih dua penghargaan sekaligus.

“Untuk yang final di Malaysia kemarin, dia mendapatkan dua kategori, satu Gold dan satu Diamond. Diamond itu diberikan untuk penilaian jawaban yang mencapai 90 persen benar,” ungkapnya.

Berawal dari Minat Berhitung

Rahman mengatakan, kemampuan Atha dalam matematika berkembang dari ketertarikan yang muncul sejak usia dini. Keluarga tidak memaksanya mengikuti berbagai perlombaan, tetapi berusaha memberikan ruang agar minat tersebut dapat berkembang.

“Kami sebagai orang tua tidak pernah memaksa. Awalnya dia tertarik dengan planet dan benda-benda bulat, kemudian mulai tertarik dengan negara dan dari situ mulai suka berhitung. Kami melihat minatnya, lalu kami carikan wadah yang sesuai,” tuturnya.

Ketertarikan tersebut kemudian mulai diarahkan melalui berbagai kompetisi. Bahkan, Atha sudah mengikuti lomba matematika sejak duduk di bangku taman kanak-kanak.

Meski pada salah satu kompetisi nasional sebelumnya hanya meraih juara harapan, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk kepercayaan diri dan kemampuan Atha untuk berkompetisi.

“Dari TK dia sudah ikut lomba matematika nasional. Memang waktu itu baru mendapatkan juara harapan, tetapi kami melihat memang sudah ada bakat dan ketertarikan. Ketika mendapatkan kesempatan melalui Olympic Champ, Alhamdulillah bakatnya bisa tersalurkan,” kata Rahman.

Sekolah Dorong Siswa Berprestasi

Kepala SDN Waluya 02 Kecamatan Cikarang Utara, Eber, mengapresiasi capaian yang diraih Atha. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti pentingnya kedisiplinan, dukungan keluarga, serta keberanian siswa dalam mengembangkan potensi.

“Kalau ingin berprestasi, ya harus disiplin. Kalau ingin menjadi orang baik juga harus disiplin. Disiplin menjadi salah satu program sekolah dan kami terus menanamkan itu kepada anak-anak,” tegas Eber.

Ia mengatakan sekolah berupaya memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, baik melalui fasilitas maupun apresiasi kepada siswa yang berhasil menorehkan prestasi.

Prestasi Atha juga akan diperkenalkan kepada warga sekolah sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi siswa lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi dan sangat luar biasa atas prestasi Atha. Ke depan, Atha dan siswa kami yang berprestasi lainnya akan kami perkenalkan di lingkungan sekolah. Tujuannya untuk mendorong anak-anak lain dan para orang tua agar semakin termotivasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *