Wajah Pasar Cikarang Sudah Cantik, Sampah Masih Berserakan di Depan Pasar
DAILYBEKASI.COM, BEKASI – Revitalisasi Pasar Cikarang yang mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai apresiasi dari masyarakat. Namun, perubahan wajah pasar tersebut belum diiringi dengan perubahan perilaku sebagian penggunanya. Sampah masih terlihat berserakan di berbagai titik, mulai dari pintu masuk hingga badan jalan di sekitar pasar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian besar sampah berupa sisa sayur-mayur yang diduga berasal dari aktivitas pedagang di area luar pasar. Tumpukan sampah tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga menghambat arus lalu lintas karena berada di tepi hingga badan jalan.
Rian (38), warga Cikarang yang hampir setiap hari melintasi Jalan Nasional RE Martadinata, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan belum menunjukkan perubahan meski pasar telah ditata.
“Memang dari dulu enggak berubah kelakuannya. Buang sampah seenaknya sendiri, padahal ini pasar sudah mulai bagus,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Menurut Rian, kondisi paling parah terjadi pada pagi hari setelah aktivitas pasar tumpah selesai. Sisa dagangan dibuang begitu saja hingga memenuhi badan jalan.
“Kalau pagi habis orang jualan, sisanya dibuang ke mana saja sampai ke tengah jalan. Jadinya jalan padat, sampah juga banyak,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Ikbal (39). Ia menilai rendahnya kedisiplinan pedagang menjadi penyebab utama masih berserakannya sampah di sekitar pasar. Selain itu, minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah juga dinilai turut memperburuk kondisi.
“Namanya orang jualan enggak mau ribet, jadi sampah dilempar saja dan ditumpuk sembarangan. Mungkin tempat sampahnya juga masih kurang,” ucapnya.
Sejumlah warga menyayangkan kondisi tersebut. Pasalnya, penataan Pasar Cikarang sebelumnya mendapat respons positif karena membuat kawasan pasar terlihat lebih rapi dan tidak lagi terkesan kumuh.
Diduga, sampah berasal dari pedagang yang berjualan di luar area resmi pasar, mulai dari lapangan parkir hingga bahu Jalan Nasional RE Martadinata. Kawasan tersebut setiap malam hingga pagi hari kerap menjadi lokasi pasar tumpah.
Selain meninggalkan sampah, sebagian pedagang juga masih berjualan hingga pagi hari sehingga aktivitas perdagangan kerap berbenturan dengan arus lalu lintas. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan sekaligus mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Hasyim Adnan, mengakui masih banyak pedagang yang belum mematuhi aturan kebersihan. Menurutnya, pihak pengelola rutin memberikan imbauan, namun masih ada oknum pedagang yang mengabaikannya.
“Utamanya memang pedagang yang di luar, karena yang di dalam relatif sudah terlayani. Sedangkan yang di luar sebenarnya sudah bukan kendali kami, meski akhirnya kami yang tetap mengangkut sampahnya,” kata Hasyim.
Ia menjelaskan, sedikitnya satu truk sampah dikerahkan setiap hari untuk mengangkut sampah di area luar pasar.
Hasyim menyayangkan kondisi tersebut karena merusak hasil penataan yang telah dilakukan pemerintah. Menurutnya, revitalisasi pasar bertujuan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan paguyuban pedagang agar bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan pasar.
“Memang dengan masih adanya sampah jadinya sayang, padahal pasarnya sudah dibenahi. Ini yang kami sesalkan. Kami terus berkoordinasi dan berharap ada perubahan perilaku dari para pedagang agar fasilitas publik ini tetap nyaman digunakan,” pungkasnya.
