AHY Resmikan Stasiun Bekasi Ekstensi, Perkuat Konektivitas dan Dongkrak Ekonomi Warga
DAILYBEKASI.COM, BEKASI – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Summarecon Bekasi, Jumat. Proyek ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat konektivitas transportasi sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
AHY mengatakan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi bukan hanya menghadirkan infrastruktur transportasi baru, tetapi juga menciptakan kawasan yang lebih produktif melalui integrasi transportasi publik, tata ruang, pusat kegiatan ekonomi, serta ruang hidup masyarakat.
“Kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan mendukung mobilitas masyarakat, memberikan kemudahan akses, dan dikembangkan sesuai prinsip TOD Indonesia,” ujar AHY.
Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan memudahkan masyarakat menjangkau tempat kerja, pusat pendidikan, layanan kesehatan, hingga berbagai peluang usaha sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
AHY menegaskan konsep TOD tidak hanya berfokus pada penyediaan transportasi publik yang terintegrasi, tetapi juga harus mampu menciptakan ruang ekonomi baru yang mendukung dunia usaha, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menilai pembangunan yang menghubungkan Stasiun KRL Bekasi, LRT Jabodebek, jaringan bus pengumpan, hingga jalur pejalan kaki akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Pemerintah, lanjut AHY, terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar pengembangan kawasan transportasi terpadu dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Menurutnya, TOD Summarecon Bekasi menjadi contoh nyata sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan tata ruang perkotaan yang lebih efisien.
Sementara itu, President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menyampaikan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam meningkatkan layanan transportasi massal di Bekasi melalui kerja sama dengan pemerintah.
Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan 6.733 meter persegi. Bangunan tersebut terdiri atas tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung dan Sky Bridge sebagai bagian dari pengembangan kawasan TOD.
Pengembangan ini menjadi tahap awal pembangunan kawasan TOD yang selanjutnya akan terhubung dengan jalur transportasi massal sepanjang sekitar lima kilometer menuju Stasiun LRT Jabodebek melalui kawasan Summarecon Bekasi.
Adrianto menjelaskan Stasiun Bekasi Ekstensi dirancang untuk mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Bekasi. Nantinya, stasiun baru tersebut akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sementara Stasiun Bekasi yang sudah ada akan melayani penumpang dari arah utara dan timur.
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyebut pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan langkah strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional sekaligus memperkuat kawasan berbasis TOD.
Ia berharap perluasan stasiun tersebut mampu menampung peningkatan jumlah penumpang Commuter Line maupun kereta api jarak jauh dengan standar pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di Kota Bekasi.
