Jumat, Juni 12, 2026
BisnisEkonomiPemerintahanSosial

Bahlil Pastikan Pasokan Gas Nasional Aman, Harga Naik Akibat Gejolak Global

DAILYBEKASI.COM, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan gas nasional masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, pemerintah mengakui adanya kenaikan harga gas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir akibat perkembangan pasar energi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat berada di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6/2026). Menurutnya, tantangan yang saat ini dihadapi sektor energi nasional bukan terletak pada ketersediaan pasokan, melainkan pada kenaikan harga yang dipengaruhi kondisi pasar internasional.

“Pasokan gas aman. Yang terjadi sekarang adalah kenaikan harga,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, tren kenaikan harga gas tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami berbagai negara di dunia. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya harga energi global akibat dinamika geopolitik serta perubahan permintaan pasar internasional.

Menurut Bahlil, sektor energi, termasuk gas bumi, merupakan komoditas yang sangat dipengaruhi perkembangan pasar global. Karena itu, ketika harga energi dunia mengalami kenaikan, dampaknya turut dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

Pemerintah, lanjut dia, terus memantau perkembangan harga energi internasional untuk memastikan dampaknya terhadap sektor industri dan masyarakat dapat dikelola secara optimal. Di saat yang sama, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen energi dan kebutuhan pengguna di dalam negeri.

Bahlil menegaskan bahwa kondisi pasokan gas nasional saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor, mulai dari industri, pembangkit listrik, hingga rumah tangga. Oleh sebab itu, masyarakat maupun pelaku usaha diminta tidak khawatir terhadap potensi gangguan ketersediaan gas.

“Pasokan tidak ada masalah. Yang menjadi tantangan adalah harga yang naik mengikuti perkembangan global,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemerintah tidak melihat adanya ancaman krisis pasokan gas dalam waktu dekat. Fokus pemerintah saat ini lebih diarahkan pada upaya menjaga stabilitas harga serta meminimalkan dampak kenaikan biaya energi terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah juga terus mendorong optimalisasi produksi energi dalam negeri, pengembangan infrastruktur energi, serta diversifikasi sumber energi guna mengurangi ketergantungan terhadap gejolak pasar internasional.

Dengan pasokan yang tetap terjaga, pemerintah berharap sektor industri dan dunia usaha dapat terus beroperasi secara optimal meskipun menghadapi tekanan kenaikan harga energi. Pemerintah juga memastikan akan terus melakukan langkah-langkah antisipatif agar kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi dan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *