Tak Lagi Bergantung LPG, Rumah Makan di Bekasi Mulai Pakai CNG
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) guna memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga saat ini masih dalam tahap pembahasan dan segera difinalisasi pemerintah.
“Pemerintah terus merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalisasi penggunaan gas domestik demi mencapai kemandirian energi,” demikian disampaikan dalam keterangan terkait pengembangan energi alternatif nasional.
Pemanfaatan CNG sendiri saat ini telah banyak digunakan di berbagai sektor industri, mulai dari perhotelan, restoran, hingga sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Di Bekasi, Jawa Barat, sejumlah rumah makan juga telah memanfaatkan CNG sebagai bahan bakar memasak.
Pada Senin (18/5/2026), petugas terlihat melakukan pengisian CNG ke dalam tabung bertekanan tinggi hingga mencapai 200 bar atau sekitar 3.000–3.600 psi di SPBG milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk di kawasan Pondok Ungu, Bekasi.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Bahan Bakar Gas untuk Transportasi Jalan, CNG merupakan gas yang berasal dari gas bumi dengan kandungan utama metana (C1).
Sementara itu, berdasarkan informasi dari sumbernya, gas alam terdiri dari campuran hidrokarbon seperti metana, etana, propana, dan butana. CNG memiliki kandungan sekitar 95 persen metana dan sebagian besar berasal dari produksi migas dalam negeri.
Berbeda dengan CNG, LPG mengandung unsur propana (C3) dan butana (C4). Namun, produksi migas domestik saat ini dinilai tidak lagi banyak menghasilkan kandungan C3 dan C4, sehingga pemerintah mulai mempertimbangkan optimalisasi CNG sebagai energi alternatif.
Selain CNG dan LPG, terdapat pula Liquefied Natural Gas (LNG) yang memiliki karakteristik berbeda. CNG disimpan dalam bentuk gas bertekanan tinggi, LPG berbentuk cair pada tekanan dan suhu moderat, sedangkan LNG diangkut dalam bentuk cair pada suhu sangat rendah.
Pemerintah berharap optimalisasi penggunaan gas domestik, termasuk CNG, dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional di masa mendatang.

