Rabu, Juli 15, 2026
HukumKabupaten Bekasi

Polisi Masih Buru Pelaku Pembuangan Bayi Perempuan di Tambun Selatan, Belum Ada Petunjuk

DAILYBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI — Kepolisian masih mengalami kesulitan mengungkap pelaku pembuangan bayi perempuan yang ditemukan di semak-semak Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Hingga kini, penyelidikan belum mengarah kepada identitas orangtua maupun pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, polisi belum memperoleh petunjuk yang dapat mengungkap identitas pelaku.

“Dari hasil penyelidikan belum ada petunjuk yang mengarah ke siapa orangtuanya atau pelakunya. Itu kami belum dapat,” ujar Wuriyanti, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, penyelidikan terkendala kondisi lokasi penemuan bayi yang berada di area kebun kosong dan jauh dari lalu lintas umum. Selain itu, di sekitar lokasi juga tidak terdapat kamera pengawas (CCTV) maupun saksi mata yang melihat langsung peristiwa tersebut.

“Lokasinya memang sepi. Jalurnya juga bukan untuk lalu lintas umum dan tidak ada CCTV di sekitar lokasi karena berada di kebun kosong,” katanya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa empat orang saksi, termasuk sejumlah pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi. Namun, seluruh saksi mengaku tidak mendengar tangisan bayi sebelum akhirnya ditemukan.

“Saksi-saksi sudah ada empat orang yang diperiksa. Mereka rata-rata tidak mendengar bayi menangis,” jelas Wuriyanti.

Bayi perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung bernama Kandar saat mencari barang bekas di lahan kosong dekat kawasan Grand Wisata pada Selasa (14/7/2026). Saat ditemukan, bayi dalam kondisi diam sehingga sempat dikira telah meninggal dunia.

“Pemulung itu juga saat menemukan bayi kondisinya diam saja, tidak menangis,” ujarnya.

Tangisan bayi baru terdengar setelah dibawa ke bidan desa untuk dibersihkan dan dimandikan. Selanjutnya bayi dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, bayi diperkirakan baru berusia sekitar tiga hari. Hal tersebut diketahui dari kondisi tali pusat yang sudah mengering namun belum terlepas.

Saat ditemukan, bayi tidak mengenakan pakaian dan hanya dibungkus kain bekas. Kondisi tubuhnya masih hangat, mengalami demam ringan, kekurangan cairan, serta tampak sedikit menguning.

Meski ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan kondisi bayi secara umum sehat. Bayi memiliki berat badan 3,1 kilogram dengan panjang tubuh 49 sentimeter, yang dinilai sesuai dengan kondisi bayi baru lahir.

“Berat badannya 3,1 kilogram dan panjangnya 49 sentimeter. Artinya bayi itu kondisinya normal dengan gizi yang baik dan tumbuh kembang yang baik,” kata Wuriyanti.

Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. Petugas hanya mendapati kemerahan di bagian hidung yang diduga akibat gigitan semut atau serangga saat bayi berada di semak-semak.

“Kalau luka tidak ada,” tegasnya.

Usai dievakuasi, bayi sempat mendapatkan penanganan awal di bidan desa sebelum dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi. Polisi juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi untuk penanganan lebih lanjut karena bayi tersebut berstatus sebagai bayi terlantar.

“Untuk penanganan selanjutnya menjadi kewenangan Dinas Sosial, sedangkan kami melanjutkan proses penyelidikannya,” pungkas Wuriyanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *