Menkomdigi Ingatkan Bahaya Aplikasi Kencan Online Usai Kasus Penyekapan Wanita di Bandung
DAILYBEKASI.COM, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih waspada saat menggunakan aplikasi kencan online. Peringatan tersebut disampaikan menyusul kasus penyekapan seorang wanita di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang diduga berawal dari perkenalan di ruang digital.
Dalam keterangannya pada Sabtu (27/6/2026), Meutya menegaskan bahwa interaksi melalui media sosial maupun aplikasi kencan harus disertai kehati-hatian dan pemahaman literasi digital yang baik. Menurutnya, informasi yang ditampilkan di platform digital belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.
“Jangan mudah percaya pada apa yang ditampilkan di media sosial. Jangan tertipu. Apa yang kita lihat dan baca di media sosial, tidak terkecuali di aplikasi kencan seperti Tinder, belum tentu benar, bahkan bisa jadi sebaliknya. Mungkin saja semua itu hanya ilusi algoritma,” ujarnya.
Meutya juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi kepada orang yang baru dikenal melalui internet. Ia menekankan pentingnya menjaga informasi sensitif agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
“Jangan membagikan data sensitif, akses akun, lokasi secara real time, maupun informasi lain yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan manipulasi, penipuan, atau tindak kejahatan,” katanya.
Selain itu, Meutya meminta pengguna platform digital memanfaatkan berbagai fitur keamanan yang telah disediakan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. Ia menyarankan masyarakat segera memblokir atau melaporkan akun yang diduga berpotensi membahayakan, serta menghentikan komunikasi jika menemukan indikasi penipuan atau perilaku mencurigakan.
“Gunakan fitur pelaporan, pemblokiran, berbagi lokasi dengan kontak tepercaya jika tersedia, dan segera hentikan interaksi apabila menemukan perilaku yang mencurigakan,” ujarnya.
Menurut Meutya, ruang digital seharusnya menjadi lingkungan yang aman bagi seluruh pengguna. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara platform digital, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman.
Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat tata kelola dan pengawasan terhadap ruang digital, sementara platform diharapkan meningkatkan sistem keamanan. Di sisi lain, masyarakat juga dituntut semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi secara bijak agar terhindar dari berbagai bentuk kejahatan siber.
